Arab Saudi Tetapkan 1 Ramadan Jatuh pada Sabtu 2 April

by
Arab Saudi Tetapkan 1 Ramadan Jatuh pada Sabtu 2 April
Kementerian Agama di Arab Saudi menetapkan awal puasa Ramadan 1443 Hijriyah atau 2022 Masehi akan dimulai pada Sabtu (2/4) waktu setempat. (REUTERS/SAUDI PRESS AGENCY)

GEOSIAR.COM – Kementerian Agama di Arab Saudi menetapkan awal puasa Ramadan 1443 Hiriyah atau 2022 Masehi akan dimulai pada Sabtu 2 April waktu setempat.

Sebagaimana dilansir Arab News, penetapan tersebut muncul setelah Kementerian Agama Arab Saudi melihat hilal di beberapa lokasi pada Jumat (1/4) malam.

Menurut laporan, ini merupakan kali pertama masyarakat di Arab Saudi akan menjalankan Ramadan tanpa aturan ketat pencegahan virus corona Covid-19.

Hal ini memungkinkan jemaah untuk kembali ke masjid dengan kapasitas penuh tanpa pembatasan jarak sosial, setelah dua tahun pandemi Covid-19.

Sedangkan di Indonesia, Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1443 Hijriah jatuh pada Minggu (3/4).

Keputusan itu diambil berdasarkan hasil sidang isbat penentuan awal Ramadan 1443 H yang dipimpin langsung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Jumat (1/4). Sidang isbat menghasilkan ketetapan bahwa hilal tidak terpantau di sejumlah wilayah pemantauan.

“Secara mufakat 1 Ramadan jatuh pada Ahad (Minggu) 3 April 2022,” ujar Yaqut membacakan keputusan sidang isbat di Kementerian Agama, Jumat (1/4).

Posisi hilal berdasarkan hisab, kata Menag, ketinggian masih berada di 1 hingga 2 derajat. Pemantuaan dilakukan di 101 titik di 34 provinsi di Indonesia. Semuanya, kata Menag, tidak melihat hilal.

Turut hadir dalam sidang Isbat penentuan 1 Ramadan 1443 H perwakilan ormas-ormas Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Komisi VIII DPR dan para duta besar negara-negara Islam yang ada di Indonesia. Sidang isbat digelar secara hybrid karena Indonesia masih berada di tengah pandemi virus corona.

Kementerian Agama telah mengamati posisi hilal 1 Ramadan 1443 H di 101 titik di seluruh provinsi di Indonesia. Pemantau hilal itu berasal dari petugas Kanwil Kemenag yang bekerja sama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam serta instansi terkait.

Anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kementerian Agama (Kemenag), Thomas Djamaluddin sebelumnya memastikan dari 101 titik pemantauan hilal di 34 Provinsi Indonesia menunjukkan bahwa posisi hilal 1 Ramadan 1443 Hijriah belum terlihat.

“Artinya di Indonesian hilal terlalu rendah dan tak mungkin untuk terlihatnya Hilal,” kata Thomas dalam seminar pemantauan hilal, Jumat (1/4).

(geosiar.com)

Baca JugaKPK Telusuri Dugaan Bupati PPU Bagi-bagi Kaveling di IKN Nusantara