Rp712 Miliar, Duit Rampasan Koruptor yang Dikembalikan KPK ke Negara

by
Rp712 Miliar, Duit Rampasan Koruptor yang Dikembalikan KPK ke Negara
Ilustrasi KPK

GEOSIAR.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengembalikan uang negara dari aset recovery atau pengembalian aset dari para pelaku tindak pidana korupsi (Tipikor). Hal itu dalam upaya meningkatkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

Selain melalui pengembalian aset, KPK dalam rangka meningkatkan PNBP juga melakukan penanganan grand corruption yakni dengan mengoptimalkan laporan hasil analisis (LHA) dari Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) terkait dugaan Tipikor.

“Dua hal ini yang dilakukan oleh kedeputian penidakan dan eksekusi,” kata Ketua KPK, Firli Bahuri saat rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Rabu (30/3) kemarin.

Baca JugaOrang Tua Aiptu Ricardo Simangunsong Meninggal Dunia, Ketua Pewarta Melayat dan Berikan Santunan

Firli menyampaikan, PNBP yang bersumber dari aset recovery, yaitu berasal dari denda serta uang pengganti serta rampasan dari para pelaku tindak pidana korupsi. Dimana pada 2020 nilainya Rp157,16 miliar dan pada 2021 naik menjadi Rp237,7 miliar.

Lalu yang bersumber dari penetapan status penggunaan dan hibah di tahun 2020 senilai Rp136,79 miliar dan tahun 2021 Rp182,2 miliar.

Dengan demikian seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, jika ditotal secara keseluruhan selama tahun 2020 dan 2021, KPK telah mengembalikan uang negara untuk meningkatkan pendapatan berasal dari para pelaku tindak pidana korupsi senilai Rp712 miliar lebih.

(geosiar.com)

Baca JugaBupati Samosir Hadiri Acara Pembukaan Musrenbang RKPD Provinsi Sumatera Utara Tahun 2023