Tim Tangkap Buron (TABUR) Kejari Samosir Tangkap DPO Rosmaida Manurung Perkara Pembakaran Hotel

by
Tim Tangkap Buron (TABUR) Kejari Samosir Tangkap DPO Rosmaida Manurung Perkara Pembakaran Hotel

GEOSIAR.COM, SAMOSIR – Tim Tangkap Buron (TABUR) Kejari Samosir, Kasi Intel Kejari Samosir Tulus Yunus Abdi, SH, MH dan Kasi Pidum Kejari Samosir Didik Haryadi, berhasil melakukan penangkapan DPO atas nama Rosmaida Manurung, pelaku tindak pidana pembakaran hotel.

Penangkapan tersebut terungkap pada siaran pers Kejari Samosir No.SP.08/Penkum/03/2022, Rabu tanggal 30 Maret 2022 pukul 10.00 WIB, yang disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Samosir Andi Adikawira Putera, SH, MH.

Penangkapan DPO A.n Rosmaida Manurung Alias Ros Alias Mak Winda Alias Op.Emrik bertempat di sebuah Rumah Makan di daerah simpang selayang Medan, Rabu (30/03/22).

Bahwa penangkapan DPO A.n Rosmaida Manurung Alias Ros Alias Mak Winda Alias Op. Emrik Ini berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor: 767 K/Pid/2021 tanggal 28 September 2021, terpidana melanggar Pasal 187 ayat 1 KUHPidana, melakukan tindak pidana kebakaran dan terpidana diputus dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun.

Tim Tangkap Buron (TABUR) Kejari Samosir Tangkap DPO Rosmaida Manurung Perkara Pembakaran Hotel

Adapun kronologi perkara terpidana sebagai berikut :

Bahwa pada hari Selasa tanggal 05 Juni 2018 sekira pukul 17.00 WIB Terpidana Rosmaida Manurung menelepon Norati Sembiring Alias Mak Evi dengan berkata “Evi, beli dulu minyak 2 (dua) liter”.

Selanjutnya Terpidana Rosmaida Manurung masuk kedalam mobil Toyota Innova warna Silver BK 1205 AA, dan tak lama kemudian Raja Hotman Ambarita masuk ke dalam mobil lalu mengendarai mobil tersebut menuju Jalan Ngumban Surbakti.

Baca JugaBesok Pilkades Sergai, Polres Tebing Tinggi Turunkan 541 Pasukan

Lalu setelah sampai di Jalan Ngumban Surbakti, tepatnya di Simpang Elisabet, dekat Cristian Mobil terpidana menerima 1 (satu) bungkus plastik bening yang berisi 2(dua) liter minyak dari Norati Sembiring dengan cara membuka pintu mobil depan sebelah kiri dan memberikan uang senilai Rp.20.000 (dua puluh ribu rupiah) sebagai ganti uang membeli minyak tersebut, lalu terpidana meletakkan minyak tersebut di dekat kakinya.

Setelah melihat bungkusan tersebut, Raja Hotman Ambarita bertanya kepada terpidana “apa itu?” dan terpidana menjawab “minyak”, lalu Raja Hotman Ambarita berkata “Bensin itu, untuk apa itu bensin?” dan terpidana menjawab “udah ayolah, biar ku bakar Hotel Rudofl itu. Udah kesal kali aku. Biar hangus aja hotel itu. Biar gak usah ada lagi apa – apa disitu, ribut aja ”, lalu Raja Hotman Ambarita berkata, “ janganlah kayak gitu”.

Lalu terpidana berkata “udalah ayo lah, jangan banyak tanya lagi lah. Kalau kau gak mau biar aku rental mobil”.

Setelah itu Raja Hotman Ambarita langsung mengendarai mobil tersebut untuk menemani terpidana ke Tuktuk via jalur Tele melalui Karo.

Dalam perjalanan tersebut, sekira pukul 20.00 WIB terpidana menelepon ibu terpidana yang bernama Dame Simanjuntak Alias Op. Reni lalu berkata “sehat mamak?” dan ibu terpidana menjawab “Sehat” lalu terpidana berkata lagi “ada orang bang Rudolf di rumah?” dan ibu terpidana menjawab “ada, orang itu di rumah”.

Setelah itu terpidana menutup telepon tersebut. Lalu Raja Hotman Ambarita bertanya “inang dek?” dan Terpidana menjawab “iya”;

Kemudian sekira pukul 00.00 Wib Raja Hotman Ambarita dan terpidana tiba di sekitar daerah Tuktuk Kab. Samosir dan Raja Hotman Ambarita memberhentikan mobil sekitar 20 meter melewati penginapan Dika Jo Guest House atau tepatnya disebelah Restoran Orari.

Baca JugaSambut Ramadhan 1443 H, Cabang I PUD Pasar Medan dan Pasar Sukaramai Rekreasi ke Pemandian Karomah

Selanjutnya terpidana turun dari mobil sambil membawa bungkusan plastik berisi minyak tersebut lalu berjalan kaki sejauh 20 meter ke penginapan Dika Jo Guest House, sementara Raja Hotman Ambarita menunggu di dalam mobil.

Setelah sampai di Penginapan Dika Jo Guest House, terpidana menuju ke belakang hotel Dika Jo Guest House, tepatnya gudang genset hotel tersebut. Setelah sampai di gudang genset, selanjutnya terpidana mengambil minyak yang ada di dalam kantong plastik mengoyakkan kantong plastiknya, membuka karet lalu menyiramnya ke tumpukan kertas dan kayu – kayu yang ada di gudang genset tersebut.

Kemudian terpidana membuka tangki genset lalu mengambil mancis dari kantong celana bagian depan sebelah kanan dan memantik mancis tersebut ke kertas yang sudah disiram minyak sehingga api menyala, lalu terpidana menyiramkan sisa minyak tersebut ke sekitar tumpukan kayu.

Kemudian terpidana langsung meninggalkan lokasi dan menuju ke mobil dimana Raja Hotman Ambarita sudah menunggu dan langsung mengendarai mobil Toyota Innova warna Silver BK 1205 AA tersebut dengan kecepatan yang agak tinggi ke arah Pangururan untuk menuju Tele, lalu kembali ke Medan.

Namun dalam perjalanan tersebut, Raja Hotman Ambarita dan terpidana mengalami kecelakaan dan menabrak tebing sehingga lampu bagian sebelah kanan dan kaca depan bawah mobil Toyota Innova warna Silver BK 1205 AA mengalami retak.

Baca JugaAnggota DPR RI Hendrik Sitompul Hadiri RDP Secara Langsung Bersama Dirjen Migas

Selanjutnya Raja Hotman Ambarita dan Terpidana melanjutkan perjalanan menuju ke Medan dan tiba di Medan tepatnya rumah Raja Hotman Ambarita yang terletak di Perumahan Sakura Jalan Asam Kumbang sekira pukul 05.00 Wib.

Kronologis Penangkapan:

Sebelumnnya JPU Kejari Samosir telah memanggil Terpidana A.n Rosmaida ‽Manurung Alias Ros Alias Mak Winda Alias Op.Emrik secara patut, akan tetapi terpidana tidak pernah hadir, sehingga Kejari Samosir menetapkan Terpidana dalam Daftar Pencarian Orang kemudian diserahkan ke Tim Tabur Kejari Samosir.

Selanjutnya Tim Tabur Kejari Samosir berkoordinasi dengan Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sumut, untuk melakukan pencarian DPO, lalu Tim Gabungan mendapat informasi terpidana sedang berada di sebuah rumah makan di simpang selayang, dan atas informasi tersebut Tim Kejari Samosir menuju lokasi dan sesampainya disebuah rumah tim melihat dan langsung menangkap terpidana, kemudian tim Tabur Kejari samosir langsung mengantar terpidana ke Lapas Perempuan Klas II A tanjung gusta medan untuk menjalani sisa hukuman yang akan dijalaninya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Samosir menambahkan,” melalui program Tabur Kejaksaan, kami menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan”, tegasnya.

(geosiar.com/ss)

Baca JugaRusia dan Ukraina Saling Tuding soal Ranjau Laut, Hanyut ke Laut Hitam hingga Capai Turki