IKA UIN Bandung Kecam Aksi Pemukulan Terhadap Wartawan di Sumedang

by
IKA UIN Bandung Kecam Aksi Pemukulan Terhadap Wartawan di Sumedang
Ilustrasi

GEOSIAR.COM – Salah seorang wartawan Metro TV yang bertugas di Sumedang, Husni Nursyaf menjadi korban pemukulan oknum polisi. Husni luka lebam di mata kiri hingga harus mendapat perawatan di RSUD Sumedang.

Ketua IKA Jurnalistik UIN Bandung, Andri Ridwan Fauzi mengecam aksi kekeransan terhadap wartawan itu dan mendesak kepolisian untuk mengusut aksi pemukulan yang dilakukan oknum Satlantas Polres Sumedang tersebut.

“Kami mengecam tindakan kekerasan oknum anggota polisi terhadap jurnalis yang juga keluarga kami (alumnus Jurnalistik UIN Bandung). Polisi harus mengusut tuntas tanpa memandang bulu,” kata Andri, Selasa (29/3).

Andri menyayangkan arogansi oknum polisi tersebut. Tidak seharusnya aparat negara bertindak arogan, meski bukan dalam proses menjalankan tugas.

Baca Juga Perkuat Komitmen Bangun ZI, Stafsus Kemenkumham RI Kunjungi Lapas dan Rutan Kanwil Kemenkumham

“Karena jurnalis juga warga negara yang harus dilindungi, bukan dianiaya, ” tegas pria yang akrab disapa Ozi.

Berikut adalah Pernyataan Resmi IKA Jurnalistik UIN Bandung.

Kami mengecam dan mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan oknum polisi (Satlantas Polres Sumedang) terhadap keluarga kami wartawan Metro TV wilayah Sumedang, Husni Nursyaf yang juga alumni angkatan 2004.

Kekerasan terhadap warga negara atau profesi jurnalis sangat disayangkan masih terjadi, apalagi dilakukan oknum aparat negara. Kami meminta pihak kepolisian untuk turun tangan mengusut pemukulan terhadap keluarga kami.

Arogansi oknum anggota harus menjadi evaluasi pihak kepolisian. Mengingat peristiwa ini terjadi di luar kerja Jurnalistik dan tugas kedinasan kepolisian.

(geosiar.com)

Baca JugaSBY Ucapkan Terimakasih pada KEMENPORA Usai Bogor LavAni Juara