Anggota DPR RI Hendrik Sitompul Hadiri RDP Secara Langsung Bersama Dirjen Migas

by
Anggota DPR RI Hendrik Sitompul Hadiri RDP Secara Langsung Bersama Dirjen Migas

GEOSIAR.COM, JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, bertempat di ruang RDP Komisi VII DPR RI Jakarta, Selasa (29/3/2022).

Agenda RDP kali ini, terkait dampak Kenaikan Harga Minyak Mentah dan Dampaknya Terhadap Penyaluran BBM Di Dalam Negeri. Serta, Kenaikan Harga LPG Non Subsidi.

Rapat yang dipimpin Sugeng Suparwoto Ketua Komisi VII, dari Fraksi Partai Nasdem mengatakan, bahwa rapat dibuka untuk umum. RDP juga dihadiri Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Drs Hendrik H Sitompul MM.

Selanjutnya, pihak Dirjen Migas menyampaikan penjelasannya terkait dampak Kenaikan Harga Minyak Mentah terhadap Penyaluran BBM dalam Negeri.

Dijelaskan, dampak Konflik Rusia-Ukraina sangat mempengaruhi. Brent Peningkatan harga crude >$120/bbl dan keterbatasan suplai menyebabkan potensi turunnya intake refinery meskipun beberapa negara telah mengeluarkan SPR-nya. US melarang impor minyak dari Rusia (8Mar) dan diikuti oleh UK (namun menunggu kestabilan supply chain).

Baca JugaNegara Punya Utang Rp109 Triliun Pada PLN dan Pertamina, Dampak Subsidi Berlebih?

Harga crude sedikit turun setelah UAE akan mendorong OPEC untuk meningkatkan produksi. Suplai fuel oil dari Rusia ke Amerika akan terhenti. Fuel oil digunakan sebagai feedstock cracking di kilang untuk menghasilkan gasoline.

Dampaknya, produksi gasoline Amerika menurun, menyebabkan arbitrase ke Asia juga berkurang. Amerika saat ini mencari kargo alternatif dari Aljazair, Meksiko dan Irak.

Crack gasoil menguat mencapai $51.4/b pada 9 Maret 2022, mengingat Rusia menyumbang sekitar 50% impor gasoil Eropa. Demand gasoil Eropa juga meningkat karena digunakan sebagai subtitusi LNG (menembus $60/mmbtu) dan Coal ($445/ton). Stok gasoil Singapore mencapai level terendah selama 5 tahun terakhir.

Sementara LPG, CP Aramco menyentuh level $900/mt dan spot premium kargo USGC meningkat $20/mt dari awal tahun 2022 karena meningkatnya demand LPG dan petrokimia di Eropa dan China. Rusia mengekspor LPG ke Eropa sebesar 300,000-400,000 mt/bulan. Eropa mulai mencari alternatif suplai dari USGC, bersaing dengan buyer di Asia.

Upaya Normalisasi Penyaluran Solar Subsidi

1. Tambahan pasokan Solar Subsidi sesuai demand di wilayah yang kritis/terjadi antrean.

2. Melakukan koordinasi & menginformasikan kepada Pemda bahwa terdapat keterbatasan penetapan kuota Solar Subsidi dan dukungan regulasi untuk mengatur penyaluran Solar Subsidi serta usulan penambahan kuota kepada BPH Migas.

3. Melakukan koordinasi dengan aparat untuk pengamanan penyaluran Solar Subsidi & penindakan penyelewengan Solar Subsidi.

4. Memastikan ketersediaan Solar Non Subsidi & mendorong konsumen untuk membeli Solar Non Subsidi.

Dukungan yang diperlukan Diperlukan, lanjutnya, ketentuan pemerintah/BPH Migas yang lebih detil terkait segmen konsumen yang berhak, karena kuota retail 2022 turun 5% dibanding 2021.

Standarisasi tarif angkutan barang kepada industri agar tidak terjadi perang tarif, yang berakibat pengusaha truk membeli Solar Subsidi. Perlu ketentuan yang lebih tegas angkutan industri agar menggunakan Solar Non Subsidi.

Evaluasi Formula Harga Dasar JBT Solar & Besaran Subsidi Tetap. Evaluasi volume kuota Solar Subsidi tahun 2022 sesuai dengan real demand dan berdasarkan pertumbuhan ekonomi serta kondisi konsumsi saat ini.

Baca JugaKetua Forum CSR Hadiri Pembukaan Musrenbang Pemprov Sumut

Dukungan pengamanan & sosialisasi pada saat pendaftaran konsumen Solar Subsidi via MyPertamina (on progress koordinasi
dengan BPH Migas & menunggu ketentuan terbaru dari BPH Migas).

Evaluasi & penyesuaian kontrak kerja angkutan industri oleh instansi terkait untuk memastikan bahwa angkutan industri tersebut harus menggunakan Solar Non Subsidi.

Lebih jauh dijelaskan, terkait penyesuaian Harga LPG PSO Non PSO Rumah Tangga di Tahun 2022 Kondisi Profitabilitas LPG Non PSO Rumah Tangga Perkembangan Harga LPG CP Aramco dan Kurs US Dollar Proporsi LPG PSO dan Non PSO Rumah Tangga.

1. Harga Indeks Patokan LPG (CP Aramco) selama tahun 2021 hingg Maret 2022 mengalami trend kenaikan harga yang signifikan. Harga pada Maret 2022 sebesar 910 USD/MT lebih tinggi 69% dari Januari 2021 dan merupakan yang tertinggi sejak Maret 2014.

2. Penyesuaian harga LPG Non PSO Rumah Tangga secara bertahap pada 25 Desember 2021 dan 27 Februari 2022 dilakukan untuk
mengurangi potensi kerugian dari penjualan produk LPG Non PSO Rumah Tangga di tahun 2022.

3. Penyesuaian harga dilakukan dengan mempertimbangkan proporsi LPG Non PSO Rumah Tangga hanya sekitar 6,5% dan mayoritas terdiri masyarakat mampu dan UMK. Simulasi Skenario Penyaluran JBT Solar Sektor Retail 2022 Rencana Solar JBT Satuan.

Perlu diketahui RDP kali ini, juga dilaksanakan secara virtual, untuk mengantisipasi virus corona.

(cno/rel)

Baca JugaJokowi Sempat Ngamuk, Benar Lho Indonesia Impor Air