Hakim Kabulkan Permintaan Bahar bin Smith untuk Sidang Offline

by
Hakim Kabulkan Permintaan Bahar bin Smith untuk Sidang Offline
Sidang perdana Bahar bin Smith di PN Bandung secara daring

GEOSIAR.COM – Hakim kabulkan permintaan Bahar bin Smith untuk sidang offline. Bahar bin Smith enggan keluar dari sel tahanan Polda Jabar saat sidang kasus penyebaran berita bohong. Bahar menginginkan sidang dilakukan secara offline.

Menanggapi hal itu, Majelis Hakim yang diketuai oleh Dodong Iman Rusdani menyatakan, majelis hakim tak keberatan apabila sidang digelar secara offline. Dodong meminta pada jaksa untuk berkoordinasi dengan instansi terkait untuk sidang offline.

“Majelis hakim tidak keberatan apabila pemeriksaan pada perkara Habib Bahar dilaksanakan secara offline,” ucap Dodong.

Majelis hakim memutuskan sidang akan digelar kembali tanggal 5 April mendatang. Akan tetapi, terkait dengan tempat belum diputuskan dan diserahkan kepada jaksa. Majelis hakim berharap nantinya sidang yang digelar bakal berlangsung secara kondusif.

“Mohon untuk dipatuhi bahwa persidangan secara offline akan dilaksanakan tanggal 5 April 2022 pada saat kita sudah melaksanakan ibadah puasa, mohon dijaga agar puasa kita mendapat keberkahan, demikian,” kata Dodong.

“Sekali lagi, kami menunggu dari jaksa penuntut umum sidang di mana untuk dihadirkan terdakwa,” lanjut Dodong.

Rencananya, sidang akan digelar dua kali tiap pekan. Sebagaimana diketahui, selain Bahar, ada seorang tersangka lagi yang merupakan pengunggah video di YouTube berinisial TR.

Keduanya dinilai telah melanggar Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) angka 1E KUHPidana.

Baca JugaTim Jatanras Presisi Sat Reskrim Polrestabes Medan Tembak 2 Pelaku Curanmor

Sebelumnya, Bahar Smith tidak bersedia keluar sel tahanan saat akan menjalani sidang perdana atas kasus penyebaran berita bohong. Bahar dijadwalkan mengikuti sidang secara online di Rutan Polda Jabar.

Hal itu dilontarkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar Suharja dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (29/3).

“Ada kabar dari Polda, Bahar tidak bersedia ikut sidang,” kata Suharja.

Suharja menuturkan keengganan Bahar untuk keluar dari sel tahanan tersebut lantaran menginginkan persidangan perkara itu dilakukan secara offline. Dalam kata lain, Bahar menginginkan sidang langsung datang ke pengadilan.

“Beliau menginginkan sidang offline, mohon izin yang mulia, jadi intinya Bahar tidak mau keluar dari ruang tahanan, jadi yang bersangkutan ingin sidang offline,” kata Suharja menambahkan.

Sementara itu, kuasa hukum Bahar Azis Yanuar mengatakan memang seharusnya persidangan dilakukan secara offline.

“Memang seharusnya seperti itu. Karena ini sudah ketingalan zaman, kami ingin dihadirkan karena ini hambatan,” kata dia.

Seperti diketahui, Bahar diseret ke meja hijau atas kasus dugaan penyebaran berita bohong saat ceramah Maulid Nabi di Bandung. Habib Bahar sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa penyidik Polda Jabar. Bahar ditetapkan tersangka atas kasus penyebaran berita bohong dalam ceramah.

Kasus itu kemudian dilimpahkan ke kejaksaan. Perkara itu sudah dinyatakan lengkap atau P21. Pelimpahan dilakukan dari penyidik Polda Jabar ke Kejati Jabar.

Selain Bahar, tersangka lain yakni Tatang Rustandi juga turut dilimpahkan. Tatang merupakan pengunggah video ceramah Bahar.

(geosiar.com)

Baca Juga5 Unit Mobil dan 2 Motor Mewah Indra Kenz Diamankan Polisi, Begini Aturan Soal Benda Sitaan