Jokowi Targetkan 20 Juta UMKM Masuk “Marketplace” di Tahun 2022

by
Jokowi Targetkan 20 Juta UMKM Masuk "Marketplace" di Tahun 2022
Foto tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden: Presiden Joko Widodo meresmikan groundbreaking atau dimulainya pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di kawasan ekonomi khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, Selasa (12/10/2021).

GEOSIAR.COM – Presiden Jokowi menargetkan, sebanyak 20 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masuk ke marketplace atau pasar digital di tahun ini. Ia juga ingin angka tersebut terus meningkat hingga mencapai 30 juta UMKM di 2024 nanti.

“Jumlah UMKM kita yang onboarding digital, yang masuk ke marketplace, yang masuk ke platform digital tahun 2022 ini harus mencapai target 20 juta, minimal 20 juta,” kata Jokowi dalam acara Peresmian Pembukaan Rakornas dan Pendataan Lengkap Koperasi dan UMKM di Istana Negara, Jakarta, Senin (28/3/2022).

“Dan meningkat 24 juta tahun depan tahun 2023, dan 30 juta di tahun 2024,” tuturnya.

Jokowi mengatakan, selama masa pandemi, tercatat ada 17,5 juta UMKM yang telah masuk ke ekosistem digital. Menurut Jokowi, ini belum cukup dan harus terus ditingkatkan lagi.

Semakin banyak UMKM yang mengisi marketplace, kata Jokowi, semakin cepat UMKM naik kelas. Ia ingin UMKM tanah air menjadi bagian dari rantai pasok nasional maupun global.

“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah masifnya aktivitas perdagangan digital. Kita harus membanjiri marketplace, UMKM koperasi harus membanjiri marketplace dengan produk-produk dalam negeri, produk-produk UMKM kita,” ujarnya.

Kendati demikian, Jokowi sadar bahwa banyak yang harus dibenahi untuk mencapai target tersebut, dari hulu sampai hilir. Menurutnya, produk-produk UMKM harus semakin berkualitas dan kompetitif. Perlu dilakukan pembenahan pengemasan hingga branding produk.

Baca JugaJokowi Tegur Menkes, Mentan dan Menteri BUMN karena Bawahan Banyak Impor

Terkait ini, Jokowi telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional 2021-2024.

Melalui perpres tersebut, presiden ingin ekosistem kewirausahaan nasional semakin banyak melahirkan wirausaha-wirausaha muda yang baru, produktif, kreatif, dan siap memajukan UMKM Indonesia dan bersaing di pasar global.

Oleh karenanya, Jokowi memerintahkan jajaran pemerintahan dari pusat sampai ke daerah untuk bekerja keras memperbaiki ekosistem usaha. Ia ingin perizinan-perizinan usaha terus dipermudah, akses terhadap permodalan diperluas, inovasi dan teknologi terus diperkuat, dan produk-produk UMKM semakin kreatif dan menarik.

Bersamaan dengan itu, presiden menginstruksikan pemerintah pusat hingga daerah untuk meningkatkan kualitas SDM-SDM UMKM. Caranya dengan memberikan pelatihan-pelatihan, hingga mengenalkan dan memanfaatkan teknologi produksi.

“Kita harus memiliki basis data tunggal UMKM yang bisa menavigasi pengembangan UMKM agar lebih fokus, agar lebih terarah, dan berkelanjutan, dan membawa para pelaku usaha kecil koperasi untuk semakin maju dan semakin sejahtera,” kata Jokowi. “Ini target, kalau semua bekerja keras, memiliki keinginan yang sama mencapai target yang telah kita tentukan, Saya yakin Insya Allah kita semuanya bisa melakukan,” lanjutnya.

(geosiar.com)

Baca Juga Pengamat Soal Marah Jokowi di Bali: Politik ‘Cuci Tangan’