Bus Sekolah Ditarik, Ada Apa dengan Pemerintah Kabupaten Samosir?

by
Bus Sekolah Ditarik, Ada dengan Pemerintah Kabupaten Samosir

GEOSIAR.COM, SAMOSIR – Masyarakat Desa Tamba Dolok dan Desa Janji Maria minta kepada Pemkab Samosir, bantuan bus sekolah, hibah dari Sekolah Tinggi Bahasa Asing Persahabatan Asia Medan, dikembalikan kepada masyarakat Desa Janji Maria dan Desa Tamba Dolok, dalam mendukung kemudahan dan kenyaman siswa dalam proses belajar di kenegerian Kecamatan Sitio Tio, hal itu terungkap ketika awak media berkomunikasi langsung dengan Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat setempat, Sabtu (26/3/2022).

Kepala Desa Janji Mariah mengungkapkan bahwa,”bantuan bus sekolah Pemerintah kabupaten Samosir yang diserahkan oleh Bupati Samosir pada 24 Agustus 2020, yang turut dihadiri OPD, mantan Ketua DPRD Saut Tamba, dan Wakil Ketua DPRD Pantas M. Sinaga berharap dapat kembalikan. Bantuan bus sekolah diperuntukan dalam meningkatkan SDM bidang Pendidikan, untuk angkutan anak sekolah dari Desa Janji Mariah dan Tamba Dolok ke SLTP di Desa Cinta Maju, yang biaya operasionalnya ditanggung pemda, dimana orangtua tidak perlu membayar ongkos, dalam membantu masyarakat samosir semakin sejahterah, ungkapnya.

Bus Sekolah Ditarik, Ada dengan Pemerintah Kabupaten Samosir

Baca JugaPTPN XI Dukung Restrukturisasi Bisnis Gula

Kades juga menambahkan, “bahwa pada bulan juli 2021, atas perintah Bapak Camat Sitio Tio waktu itu Rohabinsar Sitanggang, memerintahkan supaya bus sekolah dibawa dulu ke sekretariat daerah, dengan alasan pengecekan asset pemkab Samosir. Namun sampai sekarang ini, bus sekolah tidak dikembalikan lagi ke Desa Janji Maria dan Desa Tamba Dolok. Hal tersebut membuat kami sebagai masyarakat merasa kurang enak, karena bus tersebut sebagai angkutan anak sekolah sangat berguna, dimana lokasi SLTP di Desa Cinta Maju berjarak 7 km, dari Desa Janji Maria dan Desa Tamba Dolok. Kami kasihan melihat anak-anak berjalan kaki kembali pulang – pergi sekitar 14 km ke sekolahnya, sehingga kami berharap bus sekolah tersebut dikembalikan ke Desa kami, karena bus tersebut sudah diserahkan dengan acara adat”,ujarnya.

Tokoh masyarakat Desa Tamba Dolok, Sahat Rajagukguk mengatakan, “didasari rasa prihatin atas kesusahan dan keluhan anak anak sebelum adanya bus sekolah. Pada tahun 2019, bersama 6 tokoh masyarakat Desa Janji Maria dan Tokoh Desa Tamba Dolok, kami mendatangi Rumah Dinas Bupati Samosir, waktu itu Rapidin Simbolon untuk mengusulkan mobil sekolah. Dengan hati mulia Rapidin Simbolon waktu itu, langsung merespon usulan kami dengan datang berkunjung ke desa kami melihat langsung jauhnya anak-anak kami berjalan kaki ke sekolah. Melihat kondisi tersebut tahun 2020 usulan kami dikabulkan dan kami sangat senang,”imbuh Sahat Rajagukguk.

Namun sekarang mobil itu ditarik, sekarang anak kami sakit-sakitan, karena sudah jalan lagi sepanjang 8 Km ke sekolah bolak – balik sejak mobil itu ditarik. Jadi kami saat ini sudah susah, kami masyarakat tidak tau entah kenapa mobil bus itu ditarik pemkab samosir. Kami juga sudah bertanya kepada pemerintah desa, tentang keberadaan mobil tersebut, dengan jawaban bukan ditarik tapi untuk memperjelas asset. Namun sampai saat ini, mobil bus sekolah tersebut belum muncul. Kami sudah berencana, jika mobil itu tidak pulang, kami masyarakat Desa Janji Mariah dan tamba Dolok akan turun ke Kantor Bupati untuk bertanya kepada Bapak Bupati Samosir Vandiko Gultom, dengan harapan mobil sekolah kembali ke desa kami”,pungkasnya.

(geosiar.com/ss)

Baca JugaDongkrak Energi Bersih, PLN Tambah Dua Pembangkit EBT di Lampung