Tersangka Nenek Usia Setengah Abad (96) Dihentikan Perkaranya Oleh Kejari Samosir

by
Tersangka Nenek Usia Setengah Abad (96) Dihentikan Perkaranya Oleh Kejari Samosir

GEOSIAR.COM, SAMOSIR – Kedua kalinya dalam tahun ini, Kejari Samosir melakukan penghentian perkara melalui keadilan Restorative. Penghentian perkara melalui keadilan Restorative (RJ) diberikan terhadap tersangka nenek usia 96 tahun, atas nama Gandaria Siringo-ringo, dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri Samosir, di rumah tersangka dan korban, Desa Harian Kecamatan Onan Runggu, Kamis (24/3/ 2022).

Dalam siaran persnya No.SP.07/Penkum/03/2022, Kejari Samosir menyebutkan bahwa, perkara ini berawal pada hari Jumat tanggal 24 Mei 2019, saksi korban Leonardo Sitanggang pergi menuju lokasi ladang di Desa Harian Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir sekitar pukul 10.50 wib.

Setiba di lokasi kejadian, saksi korban melihat tanaman coklat miliknya tengah ditebangi dan melihat tersangka II Dedi Lumbanraja bersama Salomo Lumbanraja, sedang menebangi tanaman pisang dan kemiri dengan menggunakan parang sedangkan tersangka I Gandaria Siringoringo (96 tahun) menyuruh untuk menebangi tanaman pisang dan kemiri agar nanti dapat ditanami jagung dan duduk sambil melihat – lihat penebangan tersebut.

Melihat hal tersebut saksi korban beradu mulut dengan tersangka mengenai tanaman yang ditebang dan kepemilikan tanah yang ada. Setelah beradu mulut saksi korban lalu pergi meninggalkan lokasi kejadian akan tetapi, sebelum saksi korban meninggalkan lokasi kejadian saksi korban terlebih dahulu mengambil gambar foto tersangka menggunakan handphone sebanyak 2 (dua) kali.

Bahwa tersangka GANDARIA SIRINGO-RINGO melanggar pasal 406 ayat (1) j.o pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana.
Untuk pelaksanaan pengajuan/penghentian penuntutan berdasarkan Restorative Justice ini sudah dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagaimana diatur dalam Perja No. 15 Tahun 2020, setelah tahapan tersebut dilaksanakan telah pula dilaksanakan ekspose terhadap pimpinan (JAM Pidum dan Kepala Kejaksaan Tinggi SUMUT) secara online hingga mendapat persetujuan untuk penghentian penuntutan.

Baca JugaBerbiaya 3 Miliar, Pembangunan GBI House of Mercy Jemaat Tebing Tinggi Dimulai

Adapun alasan Kepala Kejaksaan Negeri Samosir dalam pemberian Restorative Justice (RJ) antara lain :

1. Tersangka An GANDARIA SIRINGO-RINGO pertama kali melakukan tindak pidana;
2. Pasal yang disangkakan Tindak Pidana tidak lebih dari 5 tahun;
3. Telah ada kesepakatan perdamaian antara Tersangka dan Korban
4. Korban dan Keluarganya merespon positif keinginan Tersangka untuk meminta maaf atau berdamai dengan Korban dan tidak akan mengulangi perbuatannya;
5. Selain kepentingan Korban, juga dipertimbangkan kepentingan pihak lain yaitu Tersangka sudah berusia 96 tahun.
6. Cost dan benefit penanganan perkara serta mengefektifkan asas peradilan cepat, sederhana dan biaya ringan.

Dengan adanya perdamaian tersebut keadaan diharapkan dapat menjadi pulih seperti semulanya dengan tidak adanya dendam antara tersangka kepada korban dan korban memaafkan tersangka dengan ikhlas.

Restorative Justice (RJ) ini merupakan bagian dalam mengasah hati nurani para Jaksa, bagaimana seorang Jaksa bisa memberikan keadilan yang nyata kepada masyarakat.
Restorative Justice (RJ) merupakan salah satu langkah alternatif dalam penyelesaian Perkara yaitu dengan cara memberikan keadilan kepada Tersangka dengan tidak membawanya ke dalam persidangan.
Diakhir pelaksanaan penghentian perkara Kepala Kejaksaan Negeri Samosir memberikan bantuan sembako kepada tersangka dan korban.

Tidak lupa tersangka nenek Gandaria Siringoringo menyampaikan, “rasa terima kasih kepada Kepala Kejaksaan Negeri Samosir dalam upaya keadilan restorative yang diberikan kepadanya sehingga nenek gandaria bebas dari tuntutan”.

(geosiar.com/ss)

Baca JugaKetua DPC FBI Kabupaten Samosir, Apresiasi Serbu Vaksinasi Humanis Polres Samosir di Daerah Terjauh