Membedah Duit Rp1.481 T yang Disebut Jokowi Banyak Habis untuk Impor

by
Membedah Duit Rp1.481 T yang Disebut Jokowi Banyak Habis untuk Impor
Jokowi marah anggaran Rp1.481 triliun untuk belanja instansi, BUMN dan pemda banyak dihabiskan untuk impor. Jokowi sampai menyebut kata 'bodoh' saat marah. (Biro Pers Setpres).

GEOSIAR.COM – Presiden Jokowi meluapkan amarahnya kepada anak buahnya. Amarah ia luapkan terkait masih banyaknya kementerian dan lembaga yang gemar belanja barang impor.

Padahal kata Jokowi total anggaran belanja barang dan jasa kementerian, lembaga, BUMN dan pemerintah daerah cukup besar. Data yang dimilikinya, untuk belanja barang pemerintah pusat, total anggaran yang dimiliki saat ini mencapai Rp526 triliun.

Untuk pemerintah daerah dari level provinsi, kabupaten dan kota, pagu anggaran belanja barang dan jasa mencapai Rp535 triliun. Sementara BUMN mencapai Rp420 triliun.

Jika ditotal, dana itu mencapai Rp1.481 triliun. Jokowi mengatakan jika anggaran tersebut 40 persennya saja dipakai untuk membeli barang yang diproduksi di pabrik dan UMKM di dalam negeri, itu akan menimbulkan dampak luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan perhitungan yang masuk ke kantongnya, untuk anggaran pemerintah pusat dan daerah saja, bisa memberikan dorongan ke ekonomi sampai 1,71 persen.

Baca JugaErick Thohir Sebut BUMN saat Ini Menjadi Sepertiga Kekuatan Ekonomi Indonesia

Sementara itu untuk anggaran BUMN, dorongan ke ekonomi sebesar 0,4 persen. Tapi bodohnya kata Jokowi, hal itu tidak dilakukan oleh kementerian, lembaga dan instansi pemerintah.

Instansi dan kementerian lembaga malah masih sering gemar belanja impor. Bahkan impor dilakukan terhadap barang-barang yang sebetulnya sepele dan bisa diproduksi di dalam negeri. Jokowi secara lengkap menyebut impor-impor tersebut.

Pertama, impor seragam, sepatu tentara dan polisi. Kedua, impor tempat tidur di rumah sakit dan alat kesehatan.

Ketiga, impor alat pertanian. Karena kegemaran impor itu, realisasi belanja produk dalam negeri sampai dengan saat ini baru mencapai Rp214 triliun.

“Bodoh sekali kita kalau tidak melakukan ini (belanja produk UMKM dan dalam negeri),” katanya dalam Pengarahan Presiden RI tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia, Jumat (25/3).

Jokowi tidak mau tahu, realisasi itu dalam beberapa bulan ke depan harus naik. Ia menargetkan Mei nanti realisasi belanja produk made in Indonesia sudah tembus Rp400 triliun.

(geosiar.com)

Baca JugaPenundaan Pemilu Bertentangan dengan Konstitusi, Jokowi Diminta Tertibkan Pembegal Demokrasi