Kang DS Prioritaskan Keamanan Warga, Korban Longsor di Pangalengan Diberi Uang

by
Kang DS Prioritaskan Keamanan Warga, Korban Longsor di Pangalengan Diberi Uang
Penyerahan Uang Sewa Bagi Korban Longsor Di Pangalengan/Pemkab Bandung

GEOSIAR.COM – Kang DS Prioritaskan keamanan warga, korban longsor di Pangalengan diberi uang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyerahkan bantuan untuk korban bencana longsor di Kampung Giriawas Desa Sakaluyu Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, Minggu (20/3) sore.

Penyerahan bantuan itu langsung dilakukan Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama kepada para korban bencana tersebut.

Disela kunjungannya sosok yang kerap disapa Kang DS itu mengatkan, fokus perhatian Pemkab saat ini adalah memastikan warga yang terdampak longsor tidak lagi tinggal di rumah yang sudah rusak. Dia ingin memastikan  warga aman dan tak was-was tempat tinggalnya tiba-tiba rubuh.

“Penyerahan bantuan pada tahap awal ini, untuk bantuan sewa rumah dulu. Karena kalau kondisi rumah mereka tetap dipaksakan untuk dihuni, dikhawatirkan terancam longsor,” kata Kang DS dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi, Senin (20/3).

“Apalagi sebentar lagi kita menghadapi bulan suci Ramadhan, mereka diusahakan untuk menempati rumah atau sewa rumah yang aman,” imbuhnya. ampmori.com

Setelah penyerahan bantuan ini, lanjut Kang DS, BPBD tetap melakukan upaya koordinasi dengan PT Perkebunan Nusantara untuk melakukan relokasi warga yang rumahnya terancam longsor tersebut.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera terealisasi,” harapnya.

Baca Juga : Tifatul Sembiring: Dalam Islam, Percaya Kepada Dukun Itu Hukumnya Syirik

Tercatat, sebanyak 25 kepala keluarga (KK) yang menjadi sasaran penerima bantuan  Bencana Longsor  di Kampung Giriawas Pangalengan tersebut. Masing-masing KK menerima Rp 9 juta, dengan rincian Rp 6 juta untuk sewa rumah sementara dan Rp 3 juta untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Bupati mengatakan, lokasi tersebut cukup rawan. Kontur tanah dengan kemiringan 45 derajat iyang menjadi area longsor ditanami pemiliknya dengan tanaman kentang, dan tidak terdapat tanaman keras sebagai penahan.

Ia pun segera menginstruksikan BPBD, aparat kewilayahan dan Pemerintah Desa setempat agar segera berkoordinasi untuk melakukan relokasi. Hal itu menurutnya harus segera dilakukan, untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan.

“Setelah dicek di lapangan, ada sekitar 20 rumah di lokasi rawan bencana longsor, itu harus segera direlokasi dalam waktu seminggu ini. Kemudian di kemiringan 45 derajat, kita sudah melarang petani menanam sayuran dan lebih mengutamakan tanaman keras,” tutur Bupati.

Saat melihat langsung rumah-rumah penduduk yang rusak terdampak, Bupati mengatakan akan melakukan mitigasi bencana dan perbaikan dengan melibatkan pentahelix.

Pria yang akrab disapa Kang DS  pun meminta para petani di Kabupaten Bandung, untuk belajar dari kejadian serupa agar tidak terulang lagi.

Selanjutnga Kang DS juga turut menginstruksikan Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup, untuk membantu penyediaan bibit tanaman keras untuk pemilik lahan di kemiringan.

“Minimal jenis kopi lah, tidak boleh ditanami tanaman yang akarnya longgar. Kalau toh bersikeras ditanami sayuran, tolong lakukan tumpang sari. Harus ada tanaman keras dengan jarak dua meter setengah, itu solusinya,” tegas Kang DS.

(geosiar.com)

Baca JugaAnggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Hendrik Sitompul Serap Aspirasi Ke Simalingkar B