Uskup Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung OFMCap Temui Bobby Nasution Bahas Penataan Gereja Katedral

by

Medan, Geosiar.com,- Uskup Keuskupan Agung Medan Mgr Kornelis Sipayung OFMCap bertemu Walikota Medan Bobby Nasution di Balaikota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis Medan membahas rencana penataan Gereja Katolik Santa Perawan Maria yang Dikandung Tanpa Noda, Katedral Medan.

Kedatangan Uskup Mgr Kornelius Sipayung OFMCap bersama rombongan untuk membahas terkait izin dilakukannya penataan terhadap bangunan Gereja Katedral Medan Jalan Pemuda yang selama ini telah dimasukkan sebagai salah satu Bangunan Cagar Budaya Kota Medan.

Kepada Walikota Medan Bobby Nasution, Uskup Agung Mgr Kornelus Sipayung OFMCap didampingi RD Sesarius Petrus Mau selaku Pastor Paroki dan Sekretaris Dewan Paroki Katedral Medan Indra Kesuma menyampaikan, penataan dilakukan untuk menampung jumlah jemaat Katolik yang terus membludak.

Dikatakannya, kapasitas Gereja Katedral saat ini hanya mampu menampung sebanyak 600 jemaat. Sedangkan jumlah jemaat Katolik yang tergabung dalam Paroki Katedral sebanyak 4.800 jemaat.
“Gereja Katedral harus dipertahankan, sebab sebagai Cagar Budaya. Tapi satu sisi, jemaat kita cukup banyak sehingga Katedral yang ada saat ini tidak mencukupi sehingga ingin dilakukan penataan. Dalam penataan Katedral juga akan terkena bangunan sekolah. Oleh karenanya kami minta izin untuk melakukan penataan Katedral dan sekolah yang merupakan Cagar Budaya tersebut,” kata Mgr Kornelus Sipayung OFMCap.

Diungkapkan Mgr Kornelus Sipayung OFMCap lagi, penataan juga dilakukan karena selain menampung jamaatnya, umat Katolik yang datang dari luar daerah maupun luar negeri saat berada di Kota Medan pasti akan mendatangi Gereja Katedral untuk mengikuti Misa. Sebab, ungkapnya, Gereja Katedral ini lah yang menyatukan seluruh umat Katolik.


Menanggapi apa yang disampaikan Uskup Agung Medan Mgr Kirnelis Sipayung OFMCap, Walikota Medan Bobby Nasution didampingi Kadis Kebudayaan Kota Medan OK Zulfi, Kepala Bappeda Benny Iskandar, dan Kadis Pariwisata Kota Medan  memahami kendala terkait penataan yang akan dilakukan terhadap Gereja Katedral tersebut. Sebab, Gereja Katedral merupakan Cagar Budaya karena telah berusia tua dan memiliki nilai sejarah.

Seluruh bangunan tua yang ada di Kota Medan dan masuk dalam Cagar Budaya harus dijaga dan dilestarikan, termasuk Gereja Katedral Jalan Palang Merah Medan. Untuk itu, bangunan lama yang ada akan dikembalikan lagi fungsinya dan kegiatan di dalamnya kembali seperti awal bangunan itu dibangun. Kita ketahui dari sejak awal pendiriannya, bangunan Gereja Katedral di bangun untuk kegiatan ibadah,” ungkap Bobby Nasution.


Oleh karenanya, kata Bobby Nasution, Pemko Medan tidak akan menghalangi kegiatan ibadah yang dilakukan di Gereja Katedral tersebut, termasuk melakukan penataan karena tujuannya untuk menambah jumlah jemaat yang beribadah.

Hanya saja dalam melakukan penataan, imbuhnya, selain mengikuti mekanisme peraturan yang berlaku, struktur bangunan utama Gereja Katedral tidak boleh diubah bentuknya.
“Untuk itu, pihak Keuskupan Agung Medan agar berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan terkait penataan yang akan dilakukan,” kata Bobby Nasution. (Red/rel/*)