Terbebas dari Virus Corona, 5 Tokoh Lintas Agama Hadiri Syukuran di Kediaman Gandi Parapat

by

Keluarga Gandi Parapat diabadikan bersama 5 tokoh lintas agama, saat menggelar syukuran di kediaman Gandi Parapat Jalan Sempurna Ujung. (Foto/geo)

Medan, Geosiar.com,- Sebanyak lima tokoh pemuka agama di Sumatera Utara menghadiri Syukuran Tahun Baru 2022 di kediaman Drs Gandi Parapat di Jalan Sempurna Ujung Kecamatan Medan Denai, Sabtu (15/01/2022). Kehadiran ke lima pemuka agama tersebut sekaligus juga memanjatkan doa bagi keluarga Gandi Parapat yang baru saja terbebas dari musibah virus corona atau covid-19 agar dijauhkan dari wabah tersebut.

Kelima tokoh lintas agama yang hadir tersebut yaitu Pdt DR Eben Siagian mewakili Agama Kristen, Pandita Manaugren mewakili Agama Hindu, Ustaz Martono mewakili Agama Islam, Beatus Munthe mewakili Agama Katolik dan Mus Lim mewakili Agama Konghuchu.

Selain kelima tokoh lintas agama tersebut, turut memanjatkan doa untuk keluarga Gandi Parapat dan untuk masyarakat Sumut dan Indonesia agar terbebas dari covid-19 dan sejenisnya, yaitu
Gubsu Edy Rahmayadi, Wali Kota Medan Bobby Nasution, Ketua DPRD SU Baskami Ginting, Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik, H MS Kaban Jakarta, Akbar Tanjung Jakarta, Degi Kartika Jaya Deputi BIN Jakarta serta tokoh pemuda dan elemen masyarakat Sumut lainnya.

Pdt Eben Siagian dalam kesempatan itu mengapresiasi digelarnya syukuran Tahun Baru 2022 dirangkai doa bersama dari lima tokoh lintas agama di Sumut, di kediaman Gandi Parapat yang juga selaku Koordinator Wilayah Pusat Minitoring Politik dan Hukum Indonesia (Korwil PMPHI) Sumut.

“Saya mewakili teman-teman tokoh lintas agama di Sumut secara khusus berdoa agar covid-19 dan sejenisnya dijauhkan dari kehidupan keluarga Gandi Parapat. Dan juga kami berdoa semoga Sumut dan Indonesia juga terbebas dari covid-19 yang sudah kita rasakan selama dua tahun lebih,” sebut Eben Siagian kepada awak media di sela syukuran tersebut.

Di bagian lain, Eben juga sebagai anak bangsa mengaku sedih dan kecewa karena anak bangsa Indonesia masih bisa terpropokasi dengan propokator yang ingin memecah keutuhan Bangsa Indonesia melalui perbedaan suku, agama dan ras. Padahal menurut Eben, perbedaan-perbedaan itu semua sudah hilang dari muka bumi ini sejak diproklamirkannya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 oleh para pemuda pemudi kita.

“Mari kita bersatu dan berdoa agar perbedaan itu kita hilangkan. Sekarang bagaimana kita fokus dan berdoa agar pemerintah kita bisa bekerja maksimal sehingga covid-19 dan sejenisnya bisa hilang dari kehidupan kita. Dan kita bisa bekerja dan beraktivitas seperti sedia kala, tanpa ada virus mengganggu kehidupan umat manusia,” harap Eben.

Sebelumnya Gandi Parapat menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada lima tokoh lintas agama di Sumut yang bersedia mengahdiri syukuran Tahun Baru 2022 dirangkai doa bersama, karena dia dan keluarga baru terbebas dari covid-19. Ucapan terima kasih juga disampaikannya kepada Gubsu, Wali Kota Medan, Ketua DPRD Sumut, Ketua PWI Farianda Putra Sinik, H MS Kaban Jakarta, Akbar Tanjung Jakarta, Degi Kartika Jaya Deputi BIN Jakarta serta tokoh pemuda dan elemen masyarakat Sumut lainnya yang juga telah memanjatkan doa, baik melalui media sosial, melalui papan bunga serta hadir langsung di kediamannya.

“Kita berharap agar Covid-19 dan sejenisnya tidak menyentuh kita lagi. Pada bulan April 2020, saya kena Isolasi mandiri, istri saya pada Februari 2021 opname covid,” kenang Gandi. (Red/*)