Berikut Pencapaian Badan Narkotika National Kota Pematangsiantar Tahun 2021

by

Pematangsiantar, geosiar.com – Berdasarkan data dalam Indonesia Drugs Report 2021, angka tindak pidana narkotika di provinsi sumatera Utara Tahun 2020 mengalami kenaikan dari tahun 2019. Pada Tahun 2019 tercatat kasus tindak pidana Narkotika di Provinsi Sumatera Utara sebanyak 6.542 kasus, yang berarti terjadi kenaikan sebesar 8 % dari tahun sebelumnya.

Provinsi Sumatera Utara juga menjadi penyumbang angka prevalensi penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan Badan Narkotika Nasional untuk mengatasi permasalahan narkoba melalui berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan melalui BNN Provinsi maupun BNN Kabupaten/Kota. Penanganan permasalahan narkoba harus bersinergi melalui program Pencegahan, Pemberdayaan Masyarakat, Pemberantasan dan Rehabilitasi.

Dalam rangka Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kota Pematangsiantar, BNN Kota Pematangsiantar melakukan penguatan di semua aspek bidang dan strategi sinergitas dengan semua stakeholder yang berada di wilayah Kota Pematangsiantar.

Upaya-upaya tersebut dilaksanakan secara komprehensif dan berkesinambungan yang diimplementasikan secara seimbang antara supply reduction (pengurangan pasokan) melalui upaya pemberantasan, dengan demand reduction (pengurangan permintaan) melalui upaya pencegahan.

Hal ini disampaikan Kepala BNNK Pematangsiantar, Drs.Tuangkus Harianja, MM dalam siaran persnya, Senin (27/12/2021).

Lanjut Tuangkus, strategi utama ini dilaksanakan oleh 4 bidang BNN (Pencegahan, Pemberdayaan Masyarakat, Rehabilitasi dan Pemberantasan) yang bersinergi dengan instansi terkait lainnya.

  1. PEMBERANTASAN

Dalam bidang pemberantasan, BNN Kota Pematangsiantar melalui seksi Pemberantasan sesuai target di Tahun 2021 sebanyak 1 LKN (Laporan Kasus Narkotika), telah berhasil menyelesaikan 3 LKN kasus Narkotika dengan jumlah tersangka sebanyak 5 orang dengan barang bukti Narkotika jenis shabu seberat 34,97 gr.

BNN Kota Pematangsiantar juga telah melaksanakan asesmen terpadu kepada penyalahguna narkotika melalui Tim Asesmen Terpadu (TAT) bersama dengan Tim Hukum yang berasal dari Polres, Kejaksaan Pematangsiantar dan Tim Medis yang berasal dari RSU Djasamen Saragih. Dari 5 target tercapai sebanyak 34 orang tersangka yang berasal dari hasil tangkapan Polres Pematangsiantar (20 orang), Polres Samosir (1 orang), Polres Toba (10 orang) dan Polres Humbahas (3 orang).

  1. PENCEGAHAN

Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta mencegah meluasnya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, Badan Narkotika Nasional Kota Pematangsiantar beserta seluruh jajaran melakukan upaya pencegahan melalui Penyelenggaraan Diseminasi Informasi serta Advokasi Kebijakan Pembangunan Berwawasan Anti Narkotika.

a. Advokasi
Penyelenggaraan advokasi kebijakan pembangunan berwawasan anti narkoba bertujuan untuk mendorong pembentukan kebijakan yang akan memperluas jangkauan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Kota Pematangsiantar.

Pada periode Tahun 2021, Badan Narkotika Nasional Kota Pematangsiantar telah memfasilitasi dan membina keluarga dalam pelaksanaan Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba, yang dilaksanakan sebanyak 4 kali dengan jumlah peserta 20 orang.

Peserta dalam kegiatan ini adalah keluarga yang berasal dari kelurahan bersinar yang telah dicanangkan pada tahun 2019 yaitu Kelurahan Banjar. Kota Pematangsiantar pada Tahun 2021 berdasarkan Hasil Perhitungan Direktorat Advokasi Deputi Pencegahan BNN RI terkait Indeks Ketahanan Keluarga terhadap Penyalahguna Narkotika (DEKTARA) dengan Nilai DEKTARA sebesar 90,982 kategori sangat tinggi.

Di tahun 2021 ini juga telah dicanangkan 1 (satu) Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) yaitu Kelurahan Melayu melalui kegiatan Intervensi Ketahanan Keluarga Berbasis Sumber Daya Pembangunan Desa/Kelurahan.

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2021 di Kelurahan Melayu Kecamatan Siantar Utara Kota Pematangsiantar. Kelurahan Bersinar menjadi salah satu program unggulan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam menekan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba dengan melibatkan masyarakat dan Pemerintah Daerah sebagai penggiat anti narkoba.

b. Diseminasi.
Penyelenggaraan Diseminasi merupakan kegiatan yang menyampaikan Informasi dan Edukasi tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kota Pematangsiantar telah dilaksanakan dengan kegiatan yang terdiri dari:

-Pergelaran Seni dalam perayaan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang.
-Informasi dan Edukasi melalui media Insert Konten sebanyak 1 paket.
-Informasi dan Edukasi melalui media cetak/surat kabar sebanyak 1 paket.
-Informasi dan Edukasi melalui Placement Radio Lokal dilaksanakan 2 kali.
-Informasi dan Edukasi melalui Media Luar Ruang/Baliho sebanyak 3 paket.
-Informasi dan Edukasi melalui Placement Televisi Daerah dilaksanakan 1 kali.
-Informasi dan Edukasi melalui Media Online sebanyak 3 paket.
-dan Dialog Interaktif Remaja dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang sebanyak 10 kali dengan peserta berasal dari siswa SLTA yang berpretasi di Wilayah Kota Pematangsiantar.

  1. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Sepanjang Tahun 2021, BNN Kota Pematangsiantar telah melaksanakan rangkaian kegiatan Pemberdayaan Peran Serta Masyarakat berupa Rapat Kerja Teknis, Pemetaan Kelompok berupa Rapat Koordinasi, Workshop, Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba melalui test urine, Konsolidasi dan Monitoring Evaluasi yang menghasilkan 120 orang Penggiat Anti Narkoba yang terdiri dari 30 orang penggiat di instansi pemerintah, 30 orang penggiat di lingkungan swasta, 30 orang penggiat di lingkungan pendidikan dan 30 orang penggiat di lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan ini pula dilakukan pengukuran Indeks Kabupaten Kota Tanggap Ancaman Narkoba yang diharapkan di tahun ini Kota Pematangsiantar mendapatkan predikat sebagai “Kota Tanggap” Ancaman Narkoba.

  1. REHABILITASI

Untuk menekan angka laju penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, selain upaya pencegahan pemberdayaan masyarakat dan pemberantasan, Badan Narkotika Nasional Kota Pematangsiantar melakukan rehabilitasi berkelanjutan terhadap penyalahgunaan narkotika.

Rehabilitasi yang dilakukan sesuai dengan tingkat ketergantungan narkotika yang didapat dari hasil asesmen awal klien. Hasil akhir yang diharapkan setelah klien selesai menjalani program rehabilitasi berkelanjutan adalah klien tersebut dapat PULIH, PRODUKTIF, dan BERFUNGSI SOSIAL.

Sepanjang Tahun 2021 sebanyak 85 klien mendapatkan layanan rehabilitasi :
-Rehabilitasi rawat jalan 70 orang di Klinik Pratama BNN Kota Pematangsiantar
-Rawat inap 15 orang di Yayasan Rehabilitasi Mercusuar Doa, Pematangsiantar.

Selain memberikan layanan rehabilitasi bagi penyalahgunaan narkotika, Badan Narkotika Nasional Kota Pematangsiantar juga melaksanakan program fasilitas :
•Bimtek ( Bimbingan Teknis)
•Rakor (Rapat Koordinasi) tingkat Kabupaten
•Supervisi Pelaksanaan RBM (Rehabilitasi Berbasis Masyarakat)
•Monitoring dan Evaluasi Program Rehabilitasi
•Verifikasi Lembaga
•Rapat Tim Rehabilitasi Masyarakat
Dukungan Pembiayaan Layanan Rehabilitasi diberikan kepada :
•1 Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah
(Klinik Pratama BNN Kota Pematangsiantar)

  1. Implementasi Pelaksanaan Instruksi Presiden RI Nomor 2 Tahun 2020
    Inpres Nomor 2 tahun 2020 diterbitkan pada 28 Pebruari 2020. Melalui Inpres ini, Presiden menginstruksikan kepada Pimpinan Kementerian Lembaga, para Gubernur dan para Bupati/Walikota untuk melaksanakan Rencana Aksi Nasional P4GN Tahun 2020-2024.

Rencana Aksi yang dilakukan melalui kegiatan penyebaran informasi melalui media cetak maupun elektronik, Pembentukan Regulasi tentang P4GN, Pelaksanaan Tes Urine kepada ASN, Pembentukan Satgas/Relawan Anti Narkotika serta Pengembangan Topik/Materi Narkoba pada Lembaga Pendidikan.

Pelaksanaan instruksi Presiden RI Nomor 2 Tahun 2020 yang dikoordinasikan oleh BNN Kota Pematangsiantar mencakup 4 Kabupaten/Kota antara lain :
1.Kota Pematangsiantar (sebanyak 43 Kegiatan pada OPD)
2.Kabupaten Samosir (sebanyak 3 Kegiatan pada OPD)
3.Kabupaten Toba (sebanyak 14 Kegiatan pada OPD)
4.Kabupaten Humbang Hasundutan (sebanyak 4 Kegiatan pada OPD).(Sabaruddin Purba)