Connect with us

Politik

Abdul Rani SH Gelar Reses, Serap Keluhan Warga Medan Utara Maraknya Tindak Kejahatan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Anggota DPRD Medan Abdul Rani SH menggelar reses
masa sidang I Tahun ke 3 TA 2021 di tiga tempat, Jumat (17/12/2021). Acara reses ini dilakukan guns memaksimalkan pertemuan dengan konstituen menyahuti keluhan di darah pemilihan (dapil) Kecamatan Medan Belawan, Medan Deli, Medan Labuhan dan Medan Marelan.

Kegiatan reses Abdul Rani gelombang pertama dilakukan Jl P Sinabang Lingkungan 8 Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan. Ditempat ini dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat dan ratusan kostituen.

Ditempat ini, warga setempat Farida menyampaikan permasalahan banjir dan masalah sampah. Kondisi banjir sangat menggangu aktifitas warga dan kerap masuk rumah. Sedangkan sarana dan prasarana tempat sampah yang minim mengakibatkan sampah berserak dan selalu terlambat diangkut.

Farida minta kepada anggota dewan Abdul Rani agar dapat memfasilitasi keluhan warga ke Pemko Medan guna percepatan perbaikan.

Selanjutnya warga lain Sri Herawati memohon agar jembatan titi 2 Sicanang dapat secepatnya diperbaiki. Sehingga aktivitas masyarakat semakin lancer. Begitu juga keluhan yang dilontarkan Famli terkait minimnya pembangunan di wilayah Mwdan Utara. Famli menyebut ada kesan diskriminasi dari Pemko terkait segala hal bagi warga Medan Utara.

Bahkan, banyak warga Belawan yang pengangguran tidak diberdayakan pihak pengusaha di Belawan. “Banyak pabrik di daerah kami ini tetapi tidak ada niat memberdayakan anak anak kami dipekerjakan,” keluh Famli.

Bukan itu saja Famli mengeluhkan maraknya aksi kriminal di wilayahnya. Masyarakat sangat resah dengan tindak kriminal butuh penanganan serius dari aparat hukum.

Sedangkan reses gelombang ke dua yakni di Jl Chaidir Lingkungan 6 Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Abdul Rani banyak menyerap aspirasi warga. Reses yang dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat dan ratusan konstituen itu menerima keluhan warga soal infrastruktur dan keamanan lingkungan.

Seperti masalah infrastruktur yang disampaikan Henni Hartati terkait kondisi banjir yang berlarut larut. Henni mengajurkan agar dibuatkan pintu air di lingkungan 29 Kelurahan Pekan Labuhan. Maka air dapat dialihkan kesana.

Begitu juga keluhan yang disampaikan Rahma terkait banyaknya Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang rusak sehingga lingkungan gelap gulita. Kondisi tersebut kerap menimbulkan rawan tindak kejahatan.

Sama halnya keluhan yang disampaikan Sarimah terkait banyaknya umur Lansia yang tidak mendapat bantuan dari pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH).

Berikutnya reses gelombang ke tiga di Jl Pancing Psr 3 Lingkungan 9 Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli. Ditempat ini dihadiri Camat Medan Deli Feri Suheri, Lurah Mabar Hilir Jufri Simanjuntak , mewakili Dinsos Rinaldi Sitorus, mewakili Dinas PU Idar Susilo dan Syahrial, mewakili Dinkes Dr Sorta , mewakili BPJS Kesehana M. Zaky dan ratusan konstituen.

Di acara reses ini, mewakili warga setempat Ibu Tetty mengeluhkan drainase di sekitar pasar 3 yang banyak dipadati sampah. Parit menjadi dangkal sehingga tidak sanggup menampung debit air apalagi hujan dan akhirnya meluber membanjiri rumah penduduk.

Kemudian Kepling 9 minta agar dibuat drainase di Gang Taruna lingkungan 9 Kelurahan Mabar Hilir. Sehingga air dapat mengalir sempurna tidak lagi membanjiri rumah warga.

Menyahuti aspirasi warga, anggota DPRD Abdul Rani SH asal politsi PPP itu menyampaikan bahwa seluruh keluhan warga akan ditabulasi dan diteruskan ke Pemko Medan. Aspirasi secara resmi disampaikan melalui rapat paripurna.

“Nantinya keluhan warga akan direspon Pemko Medan skala prioritas. Saya juga nantinya akan menindaklanjuti agar ada realisasi perbaikan,” ujar Abdul Rani.

Terkhusus soal tindak kriminal, Abdul Rani minta Pemko Medan agar berkolaborasi melakukan tindakan dan upaya persuasif. (lamru)