Connect with us

Politik

Korban Banjir Rob di Medan Utara Jadi Perhatian PDI Perjuangan, Serahkan Sembako

Published

on

Medan, Geosiar.com | Korban banjir air pasang laut (Rob) di wilayah Medan Utara menjadi perhatian khusus PDI Perjuangan. Selain mendorong pemerintah percepatan pembangunan tanggul. PDI P berlambang banteng moncong putih ini pun memberikan bantuan.

Seperti yang dilakukan keluarga besar PDI Perjuangan, kemarin membagikan sembako kepada warga korban banjir rob di halaman Masjid Al-Hijrah, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan. Selain ke korban banjir, sembako juga diberikan ke Panti Jompo Yayasan Guna Budi Bakti dan Panti Asuhan Bhakti Luhur.

“Sembako ini adalah bentuk kepedulian PDI Perjuangan kepada rakyat, kepada anak-anak panti asuhan, lansia dan terutama warga korban banjir,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Rapidin Simbolon didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim SE usai penyerahan batuan.

Dikatakan Rapidin, pembagian sembako itu implementasi dari instruksi DPP Partai yang mendorong jajaran pengurus dan kader partai turun ke bawah, ke akar rumput, berbaur dengan rakyat. “Sejak dulu, PDI Perjuangan ini dikenal sebagai partai wong cilik, maka tentu mesti dekat dengan masyarakat,” kata Rapidin.

Kepada warga korban banjir rob, Rapidin menyampaikan keprihatinannya. “Kami dari PDI Perjuangan turut bersimpati atas banjir rob yang melanda kawasan ini. Kami terus mendorong agar ada langkah konkrit dari Pemko Medan,” kata Rapidin.

Sementara itu, Hasyim SE menjelaskan, bantuan itu diberikan dalam rangkaian kegiatan Pendidikan Kader Pratama (PKP). Adapun bantuan sembako itu meliputi beras, minyak goreng, telur, susu, mie instan. “Ada juga uang tunai untuk panti asuhan dan panti jompo,” kata dia.

Tampak hadir dalam kegiatan itu, Sekretaris DPD Soetarto, dan sejumlah pengurus DPD, antara lain Meinartiy Bangun, Sarma Hutajulu dan Meriahta Sitepu. Ada juga sejumlah jajaran pengurus DPC Partai, seperti Margaret MS, Tumpal Napitupulu, Felixianus Simbolon, Agus Kurniawan, Riana, dan Henni Karo. (lamru)