Connect with us

Daerah

Workshop untuk Guru Dikutip Rp 600.000, Menyita Perhatian di Simalungun

Published

on

Simalungun, geosiar.com – Workshop
pembelajaran interaktif berbasis multimedia digital untuk guru dan kepala sekolah SD dan SMP yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Simalungun bekerjasama dengan Yayasan Surya Nusa Cendekia Yogyakarta menyita perhatian.

Pasalnya, Workshop yang dilangsungkan di Hotel Patra Jasa Kabupaten Simalungun mengenakan biaya sebesar Rp 600.000 kepada peserta.

Besaran biaya tersebut dikeluhkan salah seorang guru yang mengikuti workshop kepada awak media geosiar.com. Dia menjelaskan, sangat pening dan pihaknya seperti makan buah simalakama.

“Maju kena mundur kenanya kami ini dek. Kami ada neken kwitansi,”kata dia.

Dia menjelaskan pada hari pertama, ruangan tersebut disesaki peserta yang berjumlah kurang lebih 300 orang. Untuk SMP, kata dia, berlangsung dua gelombang.

“Begitulah yang terjadi sama kami,”ucapnya

Jansen Napitu selaku pemerhati pendidikan membenarkan besaran biaya Rp 600.000 kepada peserta. Bahkan, besaran biaya tersebut dikeluhkan para guru kepada dirinya.

“Para guru banyak mengeluh dengan biaya tersebut,”kata Jansen.

Selain para guru yang mengeluh, dari hasil konfirmasi dengan Wakil Bupati Simalungun, Jansen mengatakan bahwa Workshop tersebut tanpa sepengetahuan Bupati dan Wakil Bupati.

“Bupati dan Wakil Bupati tidak tahu Workshop yang mendatangkan ratusan guru sebagai peserta dan besaran biaya yang dikutip Rp 600.000,”kata Jansen.

Atas hal ini, pihaknya tidak tinggal diam dan akan menindak lanjuti Workshop ini kepada pihak lain.

Sementara Plt Kepala dinas pendidikan Kabupaten Simalungun, Parsaulian Sinaga ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa Workshop bukan kegiatan Dinas Pendidikan Simalungun. Padahal dalam spanduk yang dipajang di depan ratusan peserta menyebutkan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Simalungun.

“Workshop yang diikuti guru, dapat kami sampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan oleh lembaga pelatihan SDM seperti yang disebutkan, bukan kegiatan Dinas Pendidikan Simalungun,”kata Parsaulian melalui WA, Sabtu (13/11/2021).

Terhadap Workshop ini, guru dan kepala sekolah yang menilai apakah perlu diikuti pelatihan dimaksud atau tidak sesuai kebutuhan kompetensinya. Kegiatan itu dilakukan secara swadana dan kesediaan mereka, dan dinas tidak ikut melaksanakan.

“Setiap pelatihan, seminar atau sejenis yang relevan bagi guru, kita mendukung secara prinsip apabila meningkatkan mutu guru. Sesuai kebutuhan pelaksanaannya, bisa ditanggung yang bersangkutan, bisa anggaran sekolah/ BOS jika dianggarkan dan sesuai juknis dan atau dana apbd. Dengan demikian kegiatan itu diikuti atas kesediaan peserta dan yang menerima biaya kontribusi adalah lembaga pelaksana bukan dinas. Terimakasih atas perhatiannya. Terlampir surat dinas kepada guru dan sekolah,”jawab Parsaulian.

Ketika ditanyakan besaran biaya Rp 600.000 terhadap peserta Workshop, Plt.Kadisdik mempersilahkan awak media menanyakan kepada guru yang menjadi peserta.

“Agar akurat saya saran langsung ditanya guru-guru yang ikut serta karena kalau tidak salah ada kwitansi kepada guru ybs. Dinas tidak ikut mengetahui biaya kontribusi mereka yang ikut, terimakasih,”tambah Parsaulian.

Ketika diminta nomor yang bisa dihubungi terhadap penyelenggara Yayasan Surya Nusa Cendekia Yogyakarta, Parsaulian mengaku tidak memiliki nomor penyelenggara.

“Maaf pak, kebetulan tidak ada pada saya,”katanya.(SP)