Connect with us

Kriminal

Poldasu Akan Gempur Markas Judi Tembak Ikan

Published

on

Markas judi tembak ikan di kawanan Jalan HM Puna Sembiring, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. (Foto/ist)

Deli Serdang, Geosiar.com,- Mapoldasu akan menutup segala perjudian di Sumatera Utara. Termasuk markas Judi Tembak Ikan di Jalan HM Puna Sembiring, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (3/11/2021).

Tim gabungan Polda Sumut bakal gempur habis markas judi tembak ikan terbesar yang ada di Jalan HM Puna Sembiring, Kelurahan Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang.

Di lokasi padat penduduk itu, markas judi itu seperti Las Vegas yang mendapatkan penjagaan ketat dari pemuda setempat dan oknum tertentu.

“Tentunya, kepolisian, dalam hal ini Polda Sumut harus mengambil alih penindakan dan penggerebekannya untuk memberikan rasa aman kepada warga sekitarnya, ” ucap salah satu warga Tanjung Anom berinsial RSG (35) kepada wartawan di Medan, Rabu (3/11/2021).

Dia mengaku, penyakit masyakarat itu, sudah sangat tinggi di TKP. Pasalnya, sudah rawan dari tindakan kriminalitas. Tentunya,, dengan adanya tindakan nyata dari pihak kepolisan, rasa aman dan kondusif kembali muncul di kawasan Tanjung Anom.

Disinggung belum adanya Polsek setempat melakukan penggrebekan itu, RSG mengaku, dugaan sudah ada saling kordinasi sehingga markas judi tembak ikan terbesar di kawasan Tanjung Anom terus eksis mendapatkan keuntungan. “Satu hari putaran uang di markas judi tembak ikan Jalan HM Puna Sembiring bisa mencapai puluhan juta rupiah, ” paparnya.

Pihak kepolisian tidak pernah membiarkan adanya perjudian, terlebih di masa pandemi ini. Terima kasih atas informasinya. ” Kita pasti selidiki perjudian dan korordinasi dengan pihak Polrestabes Medan ,” jelas Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi kepada wartawan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai semakin eksis judi tembak ikan di kawasan Tanjung Anom melalui telepon sululer, PS Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Rafles Langgak Putra Marpaung masih irit berbicara.(cs)