Connect with us

Nasional

Mahir Basayut Ketua Umum CSR yang Baru, Arman Chandra Berharap Ada Sinergitas

Published

on

Yogyakarta, Geosiar.com,- Mahir Basayut, terpilih sebagai Ketua Umum Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (FTJLBU) atau yang dikenal dengan CSR Indonesia di Yogyakarta, Kamis (11/04/2021). Mahir terpilih secara aklamasi pada Musyarawah Nasional (Munas) III Forum CSR yang berlangsung 3-6 November 2021.

Meski sempat muncul kandidat lain pada munas tersebut, namun pengurus Forum FTJLBU dari berbagai provinsi sepakat memilih Mahir sebagai ketua umum. Pemilihan ketua dilakukan setelah Ketua Forum FTJLBU Indonesia periode 2016-2021 MKG Mangkubumi menyampaikan laporan pertanggungjawaban yang diterima oleh peserta Munas.

Munas mengusung tema’Reposisi dan revitalisasi organisasi menuju sinergi yang serasi’.Dengan demikian, Mahir akan memimpin Forum CSR Indonesia selama lima tahun ke depan atau pada masa bakti 2021-2016.

Meski tak lagi berkiprah langsung di Lampung, namun Mahir masih membantu beberapa kegiatan kemanusian selama masa pandemi Covid-19 di Lampung. Mahir diketahui beberapa kali membantu alat pelindung diri ke Lampung.

Sebelumnya, Mahir yang bergelar Magister Management CSR ini dipercaya memimpin Forum CSR DKI Jakarta. “Terima kasih atas dukungan yang diberikan dan terus perkuat sinergi agar kehadiran forum ini dapat dirasakan masyarakat,” kata Mahir usai terpilih.

Terpisah, Ketua Forum CSR Sumut Arman Chandra menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Mahir Basayut. Arman berharap akan terjalin sinergitas antara pengurus nasional dengan pengurus daerah. “Penting adanya sinergitas dalam pengelolaan CSR,” ujar Arman yang juga Ketua KADIN Medan.

Sebelumnya, Mahir mengatakan, perlu adanya inklusifitas di dalam forum CSR. “Artinya Forum CSR bukan hanya milik badan usaha, apalagi forum ini berada di bawah Kementerian Sosial.

Karenanya, kata dia, Forum CSR dan perusahaan harus adaptif dalam membuat program CSR dan berkelnajutan. “Digitalisasi harus dilakukan, apalagi perubahan iklim menjadi ancaman global seluruh negara,” paparnya.(rel/red)