Connect with us

Daerah

Bapenda Tebingtinggi Sosialisasi Ketentuan Dibidang Cukai dan Sosialisasi Bersama

Published

on

Tebingtinggi, Geosiar.com,- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tebingtinggi menggelar Rapat/ Sosialisasi Ketentuan dibidang Cukai dan Operasi Bersama Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal Tahun Anggaran 2021 yang dihadiri oleh Badan Pengelola Pendapatan/Keuangan dan sejumlah Instansi terkait bersama Kantor Bea Dan Cukai Kuala Tanjung, Kamis ( 4/11) bertempat di Aula Bapeda dijalan Delima kegiatan itu dibuka langsung oleh Kepala Bapenda Erwin Suheri Damanik MSP.

Dalam Sambutannya Kepala Bapenda, Erwin Suheri Damanik menyampaikan “Rapat Evaluasi Penerimaan Dana Bagi Hasil CUkai Hasil Tembakau ini merupakan kegiatan yang berttujuan menjalin komunikasi, koordinasi dan sinergisitas antara instansi terkait sekaligus menjadi salah satu media monitoring dan pemantauan yang dilakukan Pemerintah dalam hal penyaluran, penggunaan dan pelaporan kegiatan yang dibayarkan oleh DBH CHT sesuai amanat Peraturan Menteri Keuangan tentang penggunaan, pemantauan dan evaluasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau” Pungkasnya.

Walaupun secara nominal tidak besar, namun harus diakui dana bagi hasil CHT ini ikut menopang anggaran bidang kesehatan dalam APBD kita seperti pembayaran Iuran Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan penyediaan fasilitas kesehatan lainnnya” sambungnya.

Paijo mewakili Kantor Bea dan Cukai Kuala Tanjung mengakui bahwa kegiatan ini cukup baik dan menambah motivasi dalam meningkat anggaran atas kebaikan masyarakat dalam membeli yang Legal, bukan sebaliknya.

Drs.JB Hutapea selaku Plt Kasat Pol PP Kota Tebingtinggi siap mengawal proses razia untuk mendukung Program Pemerintah yang dikerjakan Dinas Bapeda yang mulia ini.

Moderator DR Wili dari STIE Bina Karya dalam kegiatan itu mengatakan hadir juga dari Akademisi Unimed Bu Susi dan Plt Kasat Pol PP, Drs JB Hutapea dan Perwakilan Pers serta Mahasiswa.

Usai acara Rapat itu dilanjutkan Pelaksanaan Razia disejumlah lokasi dan menemukan barang yg ilegal.(as)