GPEI Sumut Kunker ke Balai Karantina Pertanian Belawan dan Bandara Kuala Namu

by

Usai diskusi, GPEI diwakili Ketua DPP GPEI Bidang Hukum dan Perjanjian Perdagangan Samuel Siahaan didampingi Ketua GPEI Sumut Drs Hendrik Sitompul MM dan pengurus GPEI Sumut lainnya, menyerahkan Majalah Eksport News milik GPEI kepada Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan Andi PM Yusmanto AM SP MH didampingi Plt Kepala Karantina Bandara Kuala Namu Soando Situmorang. (Foto/geo)

Medan, Geosiar.com,- Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumatera Utara (Sumut) Drs Hendrik Sitompul MM bersama pengurus GPEI Sumut lainnya diantaranya Bendahara Delphius Ginting, Wakil Ketua Bidang Internasional Paskalis Sitompul, Bidang UMKM Job Purba dan Humas Condrad Naibaho, melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Balai Besar Karantina Pertanian Belawan.

Kunker GPEI Sumut kali ini, sekaligus bersama pengurus DPP GPEI, yakni Ketua Bidang Hukum dan Perjanjian Perdagangan Samuel Siahaan yang sengaja datang dari Jakarta, untuk melakukan survey secara langsung terkait komudity dari Sumut yang layak untuk di ekspor.

Kedatangan Pengurus GPEI, disambut langsung oleh Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan Andi PM Yusmanto AM SP MH bersama Plt Kepala Karantina Bandara Kuala Namu Soando Situmorang, serta pejabat Karantina Belawan lainnya, di Teleconference Room Balai Karantina Pertanian Belawan, Jl AH Nasution Medan Kamis, (7/10/2021).

Mengawali pertemuan, Ketua GPEI Sumut Hendrik Sitompul mengucapkan banyak terimakasih atas sambutan dan kesediaan Kepala Balai Besar Karantina Pertanian untuk menerima GPEI.

Pada rapat dan sekaligus diskusi terkait upaya peningkatan ekspor dari Sumut itu, GPEI menyampaikan sejumlah permasalahan yang ditemui di lapangan. Misalnya, biaya operasional pemeriksaan barang yang dilakukan oleh pihak karantina yang dinilai masih cukup tinggi.

Selanjutnya, GPEI Sumut juga menemui masih adanya staff dari karantina cabang Belawan dan karantina cabang Kuala Namu tidak bisa diwakili oleh salah satu cabang dalam kegiatan pemeriksaan barang di lokasi gudang eksportir. Biaya PNBP yang dikenakan pada komodity bunga kuntum dari pt dinilai masih tinggi.

Mendengar sejumlah permasalahan itu, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan Andi PM Yusmanto memberi penjelasan dan solusi. Termasuk dari Plt Kepala Karantin Bandara Kuala Namu Soando Situmorang, juga memberi penjelasan dan solusi. Pertemuan itu terlihat akrab dan saling memberi penjelasan dan solusi yang ditemui di lapangan, yang bertujuan untuk meningkatkan eksport dari Sumut.

Ketua Bidang Hukum dan Perjanjian Perdagangan GPEI Pusat Samuel Siahaan juga menyampaikan, tujuan datang ke Sumut untuk melihat dan mensurvey secara langsung terkait komudity yang unggul untuk di eksport. “Sekaligus untuk dibawa dalam pameran yang akan diadakan di Dubai dan Jerman,” kata Samuel, serta menambahkan, pameran itu akan digelar pada bulan February 2022.

Pada kesempatan itu, setelah mendengar sejumlah permasalahan yang ada, Samuel berjanji akan membawa sejumlah permasalahan itu ke Jakarta dan akan menyampaikan kepada Menteri, khususnya terkait penurunan tarif. (*red)