Connect with us

Daerah

Korem 022/PT Gelar Sidang Parade Calon Tamtama PK TNI AD gelombang II 2021

Published

on

P.Siantar, Geosiar.com, – Danrem 022/PT Kolonel Inf Parlindungan Hutagalung Pimpin langsung sidang parade Penerimaan Calon Tamtama PK TNI AD gelombang II Ta. 2021 Sub Panda Pematangsiantar Korem 022/PT di Aula Makorem 022/PT Jalan Asahan Km 3,5 Kec. P.Siantar Kab.Simalungun. Senin (25/10/2021).

Peserta calon Tamtama TNI AD yang mengikuti acara sidang parade yang dinyatakan lulus, Selanjutnya akan mengikuti seleksi tingkat pusat di Rindam I/BB Pematang Siantar

Danrem 022/PT Kolonel Inf Parlindungan Hutagalung dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Sidang Parade merupakan suatu bagian dari tahapan seleksi untuk memilih calon prajurit TNI AD dari ratusan peserta yang ingin menjadi prajurit, sehingga dalam sidang ini, kita dituntut memiliki tanggung jawab besar untuk memilih calon yang terbaik, sehingga dibutuhkan ketelitian dalam menentukan calon yang memenuhi kriteria secara objektif untuk mengikuti seleksi selanjutnya.

Hal tersebut harus menjadi prioritas utama pada setiap pelaksanaan rekruitmen calon prajurit, sehingga seluruh Panitia yang terlibat dalam Sidang Parade ini, dituntut memiliki tanggung jawab yang besar dalam memilih yang terbaik, karena apa yang kita lakukan hari ini diharapkan mampu menghasilkan prajurit-prajurit TNI AD yang terbaik.

Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini, saya ingatkan agar dalam menentukan kelulusan calon, tetap berpedoman kepada norma dan aturan yang telah ditentukan, dengan mempertimbangkan bahwa hasil pemilihan Calon Tamtama PK TNI AD TA. 2021 ini dapat dipertanggungjawabkan oleh tim seleksi atau penguji dikemudian hari.

Untuk itu, laksanakan tugas dan kehormatan ini secara profesional dengan dilandasi niat yang tulus ikhlas, serta mempunyai komitmen yang sama untuk mengedepankan kepentingan organisasi dari pada kepentingan pribadi dan tidak terpengaruh oleh atensi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Hindari hal-hal yang bersifat spekulatif, yang dapat merugikan calon, maupun nama baik satuan. Kita harus dapat membuktikan bahwa setiap calon memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi prajurit tanpa melihat latar belakangnya.(SP)