Connect with us

Dunia

Ibu Ini Tewas Minum Air Kencingnya Sendiri, Demi Selamatkan Anak Anaknya

Published

on

Mariely Chacon (tengah), Ibu yang tewas setelah minum air kencingnya sendiri agar bisa menyusui kedua anaknya saat mereka terombang-ambing di laut berhari-hari. Foto/news.com.au via Facebook.

Geosiar.com, – Seorang Ibu asal Venezuela tewas setelah meminum air kencingnya sendiri agar bisa menyusui dua anaknya. Aksi penyelamatan yang memilukan ini terjadi saat mereka terombang-ambing di laut setelah kapal mereka hancur diterjang ombak besar.

Dua anak itu ditemukan masih hidup dan menempel pada tubuh Ibu mereka yang telah meninggal. Mereka terombang-ambing dengan menaiki sekoci selama berhari-hari.

Mariely Chacón, 40, berada di atas kapal Thor pada 3 September 2021 bersama dengan putranya yang berusia enam tahun, putrinya yang berusia dua tahun, suami dan pengasuh untuk pelayaran yang menyenangkan dari Higuerote ke Pulau Tortuga di Karibia.

Selama perjalanan ke pulau tak berpenghuni itu, gelombang laut menghantam kapal dan menghancurkan lambungnya. Tragedi itu memaksa keluarga tersebut menghabiskan empat hari di sekoci di bawah terik matahari.

Ibu yang putus asa itu memutuskan bahwa satu-satunya cara untuk menyelamatkan anak-anaknya adalah dengan meminum air kencing atau urine-nya sendiri, yang memungkinkannya untuk bisa menyusui mereka selama cobaan berat tersebut.
Demi Selamatkan Anak-anaknya di Laut, Ibu Ini Tewas Minum Air Kencingnya Sendiri

Tim penyelamat akhirnya menemukan para penyintas, termasuk anak-anak—yang diidentifikasi sebagai Jose David dan Maria Beatriz Camblor Chacon—dan pengasuh mereka, Verónica Martinez, 25, yang ditemukan sedang berjongkok di lemari es kosong untuk menghindari suhu yang membakar.

Anak-anak, yang ditemukan menempel di tubuh Ibu mereka, dan Martinez dirawat karena dehidrasi dan luka bakar tingkat pertama.

Lima orang lain yang berada di atas perahu yang tertimpa musibah itu—termasuk sang Ayah, Remis David Camblor—belum ditemukan.

Chacón menderita kegagalan organ karena penipisan elektrolit yang disebabkan oleh dehidrasi, yang mungkin dipercepat oleh menyusui. Demikian disampaikan sumber kedokteran forensik setempat kepada La República, yang dilansir Senin (20/9/2021).

Otoritas Maritim Nasional Venezuela, INEA, mengatakan sekoci itu terlihat pada 18.20 sore tanggal 6 September 2021 hanyut dari pulau La Orchila. Kapal Coast Guard AB Carecare tiba di lokasi kejadian pada pukul 14.10 keesokan harinya.

“Ibu yang meninggal membuat anak-anaknya tetap hidup dengan menyusui mereka dan meminum air kencingnya sendiri,” kata juru bicara INEA.

“Dia meninggal tiga atau empat jam sebelum penyelamatan dari dehidrasi setelah tidak minum air selama tiga hari.”

Pemakaman sang Ibu—yang diadakan di Caracas pada 11 September 2021—disiarkan di YouTube.

Banyak orang memberikan penghormatan atas pengorbanan heroik Chacón.

“The Virgin of Coromoto sedang menonton Mariely Chacón Marroquin di Caracas. Beristirahatlah dengan tenang,” tulis jurnalis Laura Castellanos di Twitter dalam bahasa Spanyol.

Pengguna internet lain menulis: “Saya tidak memiliki hak istimewa untuk bertemu dengan Anda. Hari-hari terakhir hidup Anda berbicara banyak tentang apa yang ada di hati Anda yang indah, Anda adalah makhluk cahaya dalam kekekalan.”

Ayahnya, Humberto Chacón, mengatakan perjalanan yang menentukan itu hanyalah perjalanan keluarga untuk menghibur anak-anak.

Pencarian berlanjut untuk orang-orang yang tersisa, yang telah diidentifikasi sebagai Jose Javier Marcano Narvaez, Alejandro Osorio Graterol, Vianney Carolina Dos Santos Morales dan Camblor, yang merupakan nakhoda kapal.

Pejabat INEA mengatakan sangat kecil kemungkinan untuk menemukan mereka.(sin/red)