Connect with us

Politik

Pemko Medan Diminta Persiapkan Belajar Tatap Muka, Pastikan Siswa dan Guru Telah Vaksin 19

Published

on

Medan, Geosiar.com – Guna mematangkan persiapan menghadapi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Medan. Pemerintah Kota (Pemko) Medan diminta mengejar target pencapaian vaksinasi bagi pelajar. Artinya, seluruh pelajar dan tenaga pengajar dan pegawai dipastikan telah mendapat vaksin Covid 19.

“Penurunan kasus sudah signifikan, terakhir disampaikan Wali Kota Medan sudah turun dikisaran 1.500 dari sebelumnya 7.000 kalau tren ini terus berjalan dalam waktu dekat harusnya Medan sudah turun di PPKM level 3,” ujar Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Medan, Afif Abdillah (foto), Jumat (17/9/2021).

Dengan turunnya kasus covid 19, kata Anggota Komisi II DPRD Kota Medan ini, maka PTM di sekolah sudah dapat dilaksanakan secepatnya. “Semua sarana dan prasarana harus di siapkan dari sekarang. Terutama kesiapan vaksinasi untuk guru dan murid yang ada di sekolah tersebut,” sebutnya lagi.

“Jangan sampai Medan turun level tetapi Dinas Pendidikan dan sekolah belum siap melakukan PTM, banyak masyarakat sudah menjerit agar PTM di laksanakan karena belajar daring juga banyak mengeluarkan biaya baik dari smartphone nya sendiri dan biaya pulsa data. Dengan kondisi ekonomi kita yang sangat tertekan seperti sekarang ini menjadi sangat berat bagi masyarakat,” ucapnya.

Dalam pelaksanaan PTM nantinya, menurut Afif, Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan harus mempersiapkan sarana dan prasarana seperti Unit Kesehatan Sekolah (UKS), tempat cuci tangan, tabung oksigen, alat pengukur saturasi, dan sebagainya harus disiapkan dimasing-masing sekolah.

Begitu juga begitu dengan petunjuk pelaksanaan dan pelatihan mengenai apa yang harus dilakukan apabila ada dari murid yang sedang mengalami gajala sedang atau berat covid.

“Itu semua harus di siapkan dari sekarang sehingga sewaktu kita turun level nantinya, PTM bisa dilaksanakan secepatnya,” tegas Afif.

Ia juga meminta, Dinas Pendidikan Kota Medan harus memeriksa kesiapan rumah sakit dan puskesmas di sekitar sekolah yang akan menyelenggarakan belajar tatap muka.

“Dalam artian, kita harus memikirkan hal yang terburuk, artinya kita harus siap menghadapinya. Jangan nantinya tatap muka digelar malah menimbulkan korban baru atau jadi klaster Covid-19. Nah hal ini yang harus kita antisipasi, karena kalau sempat itu terjadi, itu kan bisa jadi kelalaian,” tuturnya.

Bahkan ia menyebutkan, setiap sekolah tidak cukup hanya menyiapkan sebatas protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak saja. Namun, setiap sekolah harus menyiapkan infrastruktur kesehatannya.

Sementara untuk pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat umum, kata Afif, masyarakat sangat banyak yang ingin divaksin tetapi tidak bisa karena vaksin terbatas. Sebisa mungkin Pemerintah Provinsi dan Pemko harus mendistribusikan semua stok yang ada sehingga bisa diberikan untuk masyarakat mengingat vaksin sangat penting untuk membantu menekan laju penyebaran covid dan menambah daya lawan tubuh terhadap virus covid 19.

“Harus dilihat juga data kecamatan mana yang belum merata vaksin nya, begitu juga di mana yang masih banyak kasus aktif nya sehingga vaksin bisa di distribusikan lebih intensif di sana,” pungkasnya. (lamru)