Connect with us

Selebritis

Penyanyi Religi Berbasis Etnik Binsar Sitompul Telah Berpulang

Published

on

Medan, Geosiar.com,- Seniman Batak, Binsar Sitompul berpulang untuk selamanya, Rabu (8/9). Pria bergelar Opung Ode/Doli itu meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakitnya di RS Bunda Thamrin Medan. Orangtua kandung mantan anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Demokrat, Hendrik Halomoan Sitompul ini dimakamkan di kampung halamannya, Sibaganding, Pahae, Tapanuli Utara, Kamis (9/9) lalu.

PUBLIK juga mengenal Binsar Sitompul sebagai usahawan. Di masa tuanya, ia memang peniaga gas dan panas bumi. “Berwiraswasta itu hanya hobinya. Profesinya adalah penyanyi,” kata Dr Bunthora Situmorang, rekan almarhum.

Pada 1960-an, Binsar Sitompul terjun ke industri hiburan. Bersama Daulat Hutagaol dan kawan-kawan, ia mengibarkan Parisma. Awal tahun 1970, mereka hijrah ke Jakarta. Bernyanyi di sejumlah rumah hiburan seperti di Hotel Borobudur. “Kami berpisah karena Amores ‘mengamen’ keliling Asia,” kenang Bunthora, yang merupakan personel Amores bersama Maruli Munthe, Peter Napitupulu, dan Thomson Napitupulu, pada era 1970-an.

Di saat Bunthora dan kawan-kawannya keliling Asia, Binsar memilih tetap di Jakarta mengisi industri kreatif. Ia komit pada pelestarian warisan leluhur. Menjadi penyanyi etnik dan kuliner.

“Ia rutin mitu. Segelas sehari. Di lapo langganannya, terus berdendang. Tiap ada ibadah, di gereja dan di punguan, rutin menjadi song leader. Suaranya ngebas, tapi bila membawakan lagu mellow, feelnya mempesona, membuat pendengarnya terkesima. Apalagi wanita,” kenang Bunthora lagi.

Disibuki dengan tanggung jawab sebagai kepala keluarga, Binsar tak lagi fokus di industri hiburan. Mereka pun jadi jarang bertemu. Setelah sekian lama tak bertemu, akhirnya mereka kembali bertemu saat acara syukuran putra Binsar, Hendrik Halomoan Sitompul menjadi anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Demokrat pada 2014. Sejumlah musisi senior Tanah Air hadir. Termasuk Bunthora Situmorang, yang untuk pertama kali berkenalan dengan keluarga inti almarhum Binsar.

Pertemuan itu mengingatkannya di awal 1970-an, ketika Binsar Sitompul dan rekan-rekan tinggal bersama para artis asal Sumut di Jakarta. Almarhum dikenal sebagai pria dandy, romantis, pemberani dan setia.

“Banyak perempuan suka, tapi ia tak tergoda. Saya pikir, beruntunglah perempuan yang menjadi istri sahabat saya ini. Namun, setelah bertemu dengan istrinya, penilaian saya terbalik. Yang beruntung adalah Binsar Sitompul, karena punya istri yang baik, rendah hati dan Anak Tuhan,” ujar Bunthora.

Hampir 7 tahun tak bertemu, ia mendapat kabar sahabat baiknya itu telah berpulang. “Saya yakin, di rumah Bapa, Binsar Sitompul terus berkidung memuliakan-Nya,” harapnya.

Daulat Hutagaol, teman seperjuangan almarhum mendirikan grup vokal Parisma 71, juga memiliki banyak kenangan bersama almarhum. Menurut Daulat, Binsar Sitompul sosok yang tak pernah mengenal kata menyerah. Dia juga dikenal sangat tegas dalam memimpin teman-temannya di grup vokal Parisma 71.

Begitu juga dengan legenda rock Batak, Jack Marpaung. Menurutnya, ketika muda almarhum kritis (vokal) untuk urusan sosial politik kemasyarakatan. Ia tak segan bersinggungan dengan siapapun demi harga dirinya. Selain berkarier sebagai biduan, Binsar Sitompul muda ‘penguasa’ rumah hiburan di Medan. “Abang ini pemberani. Kalau sudah benar menurutnya, benarlah itu…” kenang Jack Marpaung yang kini Gembala Jemaat GBI Glow tersebut.

Pertemuan mereka terakhir kali di pesta super meriah di hotel berbintang di Kota Medan, ketika almarhum merayakan ulang tahun emas pernikahannya. Almarhum masih berkidung pujian dan mengajak Jack Marpaung naik podium.

Di masa tuanya, almarhum mengisi hari-harinya dengan berkidung religi. Pada syukuran ulang tahun sang istri dan perayaan Natal & Tahun Baru 2021 di hotel terkemuka di Berastagi akhir Desember, ia bernyanyi religi.

Di lingkungan Katolik, almarhum juga dikenal sebagai pastor ‘swasta’ karena kedekatannya dengan gereja. Pada anak-anaknya, diwajibkan menjadi saluran berkat khusus untuk kelompok ekonomi marjinal. Itulah yang membuat buah hatinya harus mengunjungi panti asuhan, minimal tiga bulan sekali. “Iya, bapak terus mengingatkan kami untuk menjadi saluran berkat,” kata Hendrik Sitompul mengutip 2 Korintus 9: 8 di jeda Misa Requim mengantar jasad ayahnya. “Doakan arwah orangtua kami!” pungkasnya.

Dari pernikahannya dengan P Boru Lumbantobing, Binsar Sitompul memiliki enam orang anak. Keenam anaknya yakni, Berta br Sitompul/S Lubis, Drs Hendrik H Sitompul MM/Ir Rospita T Br Marpaung MM, Ir Paskalis Sitompul/Donna Siagian SE Msi, Maria Rynelda br Sitompul SE/A Saragih SE, Yenita V br Sitompul AMD/S Manulang SE MSi, Daniel Sitompul/J Br Manullang, Andriani br Sitompul/TMA Panggabean. Dari keenam anaknya ini, pasangan Binsar Sitompul dan P Br Lumbantobing mendapat 20 orang cucu dan 4 orang cicit.

Personel VG Parisma Wafat

Sebelumnya, informasi Binsar Sitompul wafat! berseliweran di sejumlah platform media massa, Rabu (8/9). Jelang malam, keluarga mengonfirmasi, yang meninggal adalah mantan personel vokal group (VG) Parisma (71) bergelar Opung Ode Doli yang orangtua Hendrik Sitompul.

Acara Kebaktian di RSU Bunda Thamrin yang dipimpin Pastor Soni, sebelum jenazah dibawa ke Pahae Taput. (Foto/geo)

Dua nama tersebut adalah nama sohor. Yang pertama seorang biduan senior. Di era 1970-an menguasai panggung hiburan eksklusif Jakarta. Di grup yang mengandalkan kekuatan vokal tersebut tergabung Daulat Hutagaol. Binsar Sitompul pun pernah bergabung dengan Bunthora Situmorang dan Hilman Padang.

Yang kedua adalah anak almarhum. Seorang usahawan sukses dikenal sebagai dermawan, anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan 2014 – 2019, ketua sejumlah organisasi profesi dan religi. Di antaranya Ketua ISKA SU dan organisasi ekspor impor.

Binsar Sitompul meninggal di usia 82 tahun. Penyanyi kelahiran Sibaganding Pahae, Tapanuli Utara pada 15 April 1939 itu belakangan memang jarang terlihat. Terakhir kali berada di keramaian publik saat grand groundbreaking SPBU pertama berkonsep rest area di dekat Bandara KNIA Deliserdang yang dikelola PT Petrol Niaga milik Hendrik Sitompul pada Sabtu, 21 Agustus.

Keberadaan Opung Ode Doli mencolok karena bangun tubuhnya yang atletis dengan suara bariton khasnya. Saat ibadah dipimpin Uskup Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung OFMCap, suara merdunya mendominasi di seluruh kidung pujian. Resepnya? “Bila sungguh-sungguh bermadah bakti memuliakan-Nya, pasti sehat,” ujar pria yang rutin minum segelas tuak untuk kebugaran tubuhnya tersebut. (*/red)