Connect with us

Nasional

MA dan MK Sudah Putuskan TWK KPK, PMPHI : Jika Tak Terima Ada Dugaan Kejiwaan

Published

on

Korwil PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat. (ist)

Medan,Geosiar.com,- Korwil Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut Drs Gandi Parapat menilai, Novel Baswedan tidak menerima Putusan MK dan MA, terkait TWK KPK. Ini tentu menunjukkan adanya dugaan keanehan kejiwaan. “Kami meminta agar Dr Jiwa dan Polisi memeriksa Kejiwaan mereka, kalau sakit jiwa biar segera diobati. Mereka akui BKN, ikut mereka test tapi tidak lulus akhirnya tidak mengakui BKN, mengadu ke MK, MA, Ombudsman, Komnas HAM, Lembaga Agama, Politisi, Mantan Narapidana, Presiden, tinggal ke Tuhan belum. Ini tentu menunjukkan keanehan,” kata Gandi kepada wartawan di Medan, Jumat (10/9/2021)

Begitupun, lanjut Gandi, PMPHI berterima kasih kepada MK dan MA yang telah membuat Keputusan yang benar TWK KPK. “Jauh sebelum Putusan MK, MA, Kami sudah menyuarakan BKN tidak salah dan KPK. Orang yang tidak lulus berusaha menyeret Presiden melakukan pelanggaran atau kejahatan, syukur Presiden tidak terjerumus,” tambahnya.

Katanya mereka tau UU dan hukum, namun lanjut Gandi, karena tidak sesuai seleranya jadi tidak mengakui. “Mereka merasa hanya merekalah yang mampu menghabisi Koruptor. Atas hal tingkah, prilaku mereka maka kami prihatin dan kasihan untuk itu kami mohon agar Dr Kejiwaan segera memeriksa mereka, kalau sakit Jiwa biar segera mengobatinya,” tegasnya.

Dijelaskan, PMPHI menyakini Ketua KPK sangat kecewa atas bencana yang menimpa wakil ketua KPK dan Penyidik KPK, namun tidak mengurangi etos kerja dan Prestasi KPK. “Kami berharap agar semua lapisan masyarakat terus memberi dukungan dan Doa, agar Firli jangan terpeleset tetap semangat bekerja sesuai perintah UU,” katanya.

Sebelum Putusan MA, lanjut Gandi, pihaknya sudah sampaikan agar kesebelasan tersebut, bubar dan jangan buat Kegaduhan, cari kegiatan atau pekerjaan yang lain dan halal. “Jadi kalau tidak penyakit jiwa, segeralah bertobat,” tambahnya.

Begitupun, ketika disinggung dorongan apa yang membuat PMPHI SU selalu bersuara, serta apa keuntungan?. Menurut Gandi, PMPHI puas dan bangga apabila suara dan pemikiran yang dikeluarkan itu berguna. “Kami puas dan bangga apabila suara atau pemikiran kami berguna, karena itulah harta dan milik kami, walaupun pahit karena ada pihak yang tidak setuju dengan suara atau pemikiran yang kami sampaikan, namun niat kami tulus,” pungkasnya. (rel/red)