Connect with us

Hukum

Eks Pimpinan KPK Getol Habisi Firli, PMPHI Menduga Terkait Pertanggung jawaban Rp 96 M

Published

on

Medan, Geosiar.com,- Korwil Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut Drs Gandi Parapat mengatakan, adanya kecurigaan terhadap tingkah laku mantan Pimpinan KPK dan mantan Narapidana yang masih ambisi, agar Ketua KPK dihukum Presiden sekaitan dengan gonjang ganjing di KPK, karena UU semua pegawai atau staf KPK harus ASN.

“Setelah kalah ujian, beberapa berkumpul memprotes agar diangkat menajdi ASN oleh Presiden, dan meminta agar ketua KPK dipecat. Mereka semua sudah kehilangan roh dan sangat memalukan, tapi berpendidikan, berkepribadian, sangat paham hukum dan UU. Kami tidak habis pikir kenapa mereka tidak taat hukum atau UU,” tegas Gandi kepada wartawan di Medan, Senin (30/8/2021).

Lebih jauh kata Gandi, masalah beberapa orang yang gagal menjadi ASN saat ini di MK, MA kenapa mereka bermanufer, terus mendesak agar Firli dipecat dan semua yang tidak lulus diangkat menjadi ASN. “Disatu sisi Kami maklum terhadap mantan narapidana, dan juga kelompoknya, tapi sangat berharap agar kepintaran mereka berguna bagi bangsa dan negara, tidak perlu mencari perhatian untuk mempermalukan diri sendiri. Atau barangkali ada kesalahan besar yang mereka lakukan secara berkelompok sehingga dari semua sudut mereka lakukan untuk menjatuhkan Firli,” tambahnya.

Presiden lanjut Gandi, sudah menyatakan masalah 75 orang sedang berproses hukum di MK dan MA. Walaupun ada kepentingan pribadi atau kelompok untuk mengangkat 75 menjadi ASN hormatilah proses hukum di MK dan MA.

“Kalau ada kebencian pribadi kepada Firli mohon dilupakan atau dihapuskan. Kami sangat yakin tidak ada kesalahan Firli secara pribadi, kepada para mantan Pimpinan KPK dan juga kepada pribadi orang yang ada dilembaga lembaga. Marilah kita semua sama2 mendukung Firli KPK untuk memberantas Korupsi sesuai dengan UU yang berlaku,” harapnya.

Semenjak Firli menang seleksi untuk ketua KPK, kata Gandi, sudah diganggu melalui pernyataan-pernyataan apabila Firli dilantik maka ratusan Staf KPK akan mundur. “Sampai sekarang Firli terus dimusuhi. Walaupun keadaan terus diganggu namun tidak menjadi penghalang bagi Firli untuk meraih prestasi. Tanpa mereka yang tidak lulus dan dibanggakan mantan Pimpinan KPK dan mantan Narapidana, KPK semakin berprestasi. Mohonlah UU, Hukum itu dihormati jangan terus Firli dimusuhi, beri masukan dan dorongan untuk semangat bekerja sesuai dengan UU yang berlaku,” tegasnya.

Gandi menduga, getolnya para mantan Pimpinan KPK dan mantan Narapidana menghajar Firli, kemungkinan karena Firli tidak mau diajak kompromi dalam masalah pertanggung jawaban Rp 96 M, bantuan Luar dimasa Abraham Samad dan Novel (yang dimuat media). “Kalau untuk menutupi kesalahan, akhirnya membuat skenario agar semua memusuhi dan menyalakan Firli, suatu tindakan memalukan,” pungkasnya.(red/rel)