Connect with us

Olahraga

Tanpa Atlet, Bendera Afghanistan Berkibar di Upacara Pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020

Published

on

Geosiar.com, – Bendera Afghanistan tetap berkibar di Upacara Pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020. Padahal, tak ada satupun atlet dari negara tersebut yang tampil pada ajang akbar tersebut.

Afghanistan tengah berada di situasi genting penuh dengan kekacauan dan peperangan. Pasalnya, Taliban kemebali berkuasa di sejumlah kota termasuk ibu kota Kabul.

Krisis kemanusiaan di sana berkembang pesat beriringan dengan berjatuhannya korban jiwa. Bahkan dilaporkan hampir seluruh keluarga memilih untuk berdiam diri di rumah demi menjaga nyawanya tetap aman.

Tak terkecuali atlet-atlet lokal yang tadinya sempat diproyeksikan tampil di Paralimpiade Tokyo 2020. Dua di antaranya adalah Zakia Khudadadi dari cabang olahraga Taekwondo dan Hossain Rasouli pelempar cakram.

Berdasarkan laporan dari laman Fox Sports, Khodadadi akan menjadi wanita pertama yang mewakili Afghanistan di Paralimpiade. Namun pekan lalu, ia mengirimkan video yang mengatakan terpenjara di dalam rumahnya di Kabul.

Imbas hal ini, Komite Paralimpiade Internasional (IPC) mengkonfirmasi kedua atlet tersebut tidak lagi dapat melakukan perjalanan ke Jepang. Mereka terpaksa menetap di negaranya dan menyelamatkan diri.

“Sayangnya NPC (Komite Paralimpik Nasional) Afghanistan tidak akan lagi berpartisipasi dalam Paralimpiade Tokyo 2020,” kata juru bicara IPC Craig Spence dikutip pada Rabu (25/8/2021).

Presiden Komite Paralimpiade Internasional Andrew Parsons mengungkapkan penghormatan mendalam. Ia pun menyampaikan bahwa ini merupakan aksi solidaritas dan perdamaian dunia.

“Kami menyertakan bendera Afganistan dalam upacara sebagai tanda solidaritas. Penting untuk digarisbawahi karena ini adalah pesan solidaritas dan perdamaian yang kami kirimkan ke dunia,” ucap Parsons.

“Kami ingin memiliki mereka di sini, sayangnya itu tidak mungkin, tetapi mereka akan berada di sini dengan semangat,” tandasnya.(mnc/red)