Connect with us

Sumut

Aksi Peduli Ketua Pewarta di Tengah ‘Banjir’ Air Mata

Published

on

Medan, Geosiar.com, – Mentari baru muncul dari balik peraduan. Dering telepon genggam juga seakan ikut menyapa. Chairum Lubis langsung berkemas – kemas untuk kembali melakukan rutinitasnya. Puluhan karung beras dimasukkan ke dalam mobil untuk dibagi – bagikan.

Tidak pernah lupa, beberapa lembar uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu, juga diselipkan ke dalam beberapa amplop. Setelah itu, Ketua Pewarta Polrestabes Medan ini menghubungi Abdul Meliala, Bardansyah dan Rizam Kamal Siahaaan, bagian sahabat terdekatnya. 

Mereka diminta segera merapat ke Markas Pewarta Polrestabes di Jalan Medan Area Selatan Nomor 282 B/37 Medan. Ketiga rekannya itu merupakan pengurus dan anggota Pewarta Polrestabes Medan, yang selalu setia mendampingi setiap kegiatan sosialnya. 

Ada juga Wakil Ketua Pewarta, Khairunas, maupun punggawa Pewarta, Dedi Lubis, Aswani Avid, Pemred Media Online Mata Bangsa, David Susanto, Khairunnas, Surya Irwandi, Zakaria Ahmad (Zak Rambo) maupun anggota Pewarta Polrestabes lainnya, yang selalu mendukung kegiatan misi sosial Ketua Pewarta itu.

Setiap harinya, misi baik kegiatan sosial membantu banyak orang itu digencarkan pemilik media sekaligus Pemimpin Redaksi  (Pemred) Media Online Pewarta.co tersebut.

Chairum Lubis memang selalu mempersiapkan sembako untuk diberikan kepada setiap warga yang ketimpa musibah meninggal dunia. Tidak membeda – bedakan suku maupun agama, bantuan itu diserahkan langsung untuk meringankan beban keluarga yang berduka.

Chairum Lubis bukan seorang konglomerat. Dia juga bukan politisi ulung maupun pejabat pemerintahan. Misi kemanusiaan itu dia lakukan setiap harinya bukan demi mendapatkan keuntungan pribadi. Kepentingannya hanya berbagi untuk meringankan beban semua orang yang menerima bantuan.

Kegiatan sosial anak ke-10 dari 12 orang bersaudara, buah hati pasangan almarhum Ismail Lubis dan Fatimah Tun Zahara ini, mempunyai tujuan yang mulia. Meski bukan dari orang kalangan berada, perhatian yang diberikan pria kelahiran Kota Medan, 8 September 1977 silam tersebut, melebihi pejabat negara, politisi senayan maupun kepala daerah.

Ribuan orang sudah mendoakan atas kebaikannya tersebut. Mereka yang menerima bantuan itu meliputi anak yatim – piatu dari berbagai panti asuhan, tukang parkir, sopir angkutan, penjaga malam, pemulung maupun abang becak bermotor, yang ada di Kota Medan maupun Kabupaten Deli Serdang.

Ketika memberikan bantuan itu, Sekretaris Jaringan Media Siber Indonesi (JMSI) Sumut tersebut, juga tidak semata kepada masyarakat dengan perekonomian lemah. Baik itu polisi, rekan – rekan wartawan yang selalu mendukung misi sosialnya, juga tidak luput dari perhatiannya.

“Saya melakukan ini karena jauh hari sebelumnya sudah pernah merasakan kesusahan seperti mereka rasakan. Hal yang menyedihkan, tidak ada orang memberikan perhatian ketika kita mengalami kesusahan. Misi sosial ini pun saya lakukan untuk memenuhi janji saat bermohon kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap Chairum Lubis.

Suami tercinta dari Mawaddah, maupun ayah dari 4 orang anak yakni Zaki Hamdandi Lubis, Rafli Halim Lubis, Fahri Syafiq Lubis dan Khalisah Atifah Naura Lubis, juga mengaku menebarkan kebaikan itu demi memenuhi keinginan ibu tercinta, Fatimah Tun Zahara.

Jauh hari sebelumnya, Chairum Lubis hanya sekali maupun dua kali dalam seminggu, memberikan bantuan terhadap orang kecil, hanya untuk memenuhi harapan orangtuanya tersebut. Saat itu, pemberian bantuan masih sebatas terhadap anak – anak dari panti asuhan maupun warga ekonomi lemah.

Lambat laun, misi baiknya itu mengundang empati banyak orang. Banyak orang yang memberikan dukungan untuk menyokong misi kemanusian tersebut. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda di negeri ini, khususnya di Medan dan Deli Serdang, Chairum Lubis, setiap saat di saban hari, semakin intens memberikan bantuan. 

Ketua Pewarta melakukan ini karena begitu banyak melihat penderitaan. Ada suara tangisan pilu dimana – mana, seakan menjadi ‘banjir’ air mata. Baik itu tangisan karena dilanda duka korban meninggal dunia akibat wabah virus corona, duka keluarga dari warga yang tertimpa musibah, maupun tangisan warga semakin terhimpit ekonomi akibat wabah pandemi. 

Chairum Lubis ingin berbagi mengurangi beban semua orang itu. Termasuk membantu pemerintah dalam membagi – bagikan masker, hand sanitizer, pemberian paket sembako sekaligus mensosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19 tersebut.

Dalam menggalang misi kemanusiaan tersebut, Chairum Lubis tidak pernah mengajukan permohonan maupun memaksakan pihak lain untuk ikut bergabung dalam memberikan bantuan. Chairum hanya ingin mendorong dan membuka pintu hati orang yang hidup serba berkecukupan untuk turut memperhatikan orang pinggiran.

Menurut Chairum Lubis, kegiatan yang selama ini dilaksanakan Pewarta ini tidak terlepas dari arahan dan bimbingan Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Panca Putra Simanjuntak, MSi dan Waka Polda Sumut, Brigjen Pol. H. Dr. Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi. Selain itu, dia melakukan itu mengikuti arahan dari Kasektupa Lemdiklat Polri Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum dan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko SIK MSi.

“Semoga santunan dan bantuan yang kita berikan itu bermanfaat buat keluarga dari warga yang tertimpa musibah. Dan saya juga akan selalu mendoakan keluarga almarhum setiap warga, agar yang pergi mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga tetap tabah,” pungkas Chairum Lubis.(rel/*)