Connect with us

Ekonomi

5 Hari Eror Ekspor Impor Terhambat, Depalindo Desak Pembenahan Sistem CEISA

Published

on

Toto Dirgantoro, Ketua Umum Depalindo. (Foto/dok)


Jakarta, Geosiar.com, – Indonesia Shipper Council / Dewan Pemakai Jasa Angkutan Laut Indonesia (Depalindo) mendesak kepada Pemerintah cq Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk segera menangani dan melakukan pembenahan sistem CEISA, yang mengalami gangguan sejak Kamis (8/7/2021) hingga saat ini.

Ketua Umum Depalindo Toto Dirgantoro mengatakan, Sistem Customs Excise Information System and Automation (CEISA) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kemenkeu, selama ini menjadi sistem yang diandalkan dalam proses layanan dokumen kepabeanan ekspor dan impor.

“Sudah lima hari terjadi eror (CIESA). Banyak keluhan dan kendala para pelaku eksport maupun importasi yang disampaikan ke Depalindo atas kondisi itu. Karenanya kami mendesak segera dibenahi secepatnya,” ujar Toto melalui keterangannya pada Senin (12/7/2021).

Dia mengatakan, respon cepat memfungsikan kembali sistem CEISA sangat penting lantaran hal tersebut sangat penting dalam keberlangsungan proses bisnis pada layanan ekspor impor nasional.

“Apalagi Presiden Joko Widodo telah seringkali menyampaikan bahwa kita harus dapat menggenjot ekspor nasional. Jadi jangan sampai terjadi hal-hal seperti gangguan sistem seperti itu. Solusinya ini bersifat darurat, harus bisa dilayani secara manual jangan menunggu terlalu lama untuk menghindari kerugian yang semakin besar bagi kita semua,” ucap Toto.

Berdasarkan data Depalindo, imbuhnya aktivitas ekspor nasional saat ini sudah mulai menggeliat meskipun sekarang ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Oleh karenanya kita perlu sama-sama mensupport untuk menekan biaya tinggi dalam sektor logistik. Depalindo juga mengusulkan biaya penumpukan, clossing time dan lainnya yang muncul akibat gangguan CEISA bisa dibebankan kepada Pemerintah, karena situasi ini bukan kesalahan pelaku usaha,” paparnya.

Toto juga mengatakan, setiap terjadi trouble dengan CEISA dan adanya hambatan di layanan terminal operator yang paling dirugikan adalah eksportir dan importir.

Berdasarkan informasi dari CEISA Command Center, menyebutkan sehubungan dengan masih berjalannya proses pemindahan data dari DC ke DRC yang masih memerlukan waktu lebih lama, maka Aplikasi belum dapat diakses hingga proses pemindahan data tersebut selesai.

Adapun estimasi waktu dapat diaksesnya kembali aplikasi diperkirakan pada hari Selasa dini hari.(ln/red)