Connect with us

Daerah

Ribuan Hektar Padi Di Sergai Terserang Hama Wereng Coklat

Published

on

Kadis Pertanian Dedy Iskandar saat meninjau.(Foto/ist)

Geosiar.com,Sergai – Ribuan hektar areal pertanian padi di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) saat ini mulai di serang Hama Wereng Batang Coklat (WBC). Menurut data dari Dinas Pertanian Kabupaten Sergai, hama WBC tersebut sudah menyerang area pertanian padi di 9 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sergai.

Hal ini dibenarkan oleh Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sergai Dedy Iskandar SP MM,Minggu (4/07/21) saat dikonfirmasi melalui Hp.

Beliau mengatakan telah memantau penyemprotan massal hama WBC yang menyerang area pertanian padi di kelompok tani suka tani dan suka mulia Desa Sukajadi Kecamatan Tanjung Beringin, .

“Iya, sudah terjadi serangan hama WBC. Saat ini, pihak kita (Dinas Pertanian) bekerja sama dengan para kelompok tani melakukan pengendalian dengan cara melakukan penyemprotan insekti sida,” ungkap Plt Kadis Pertanian didam pingi Kabid Tanaman Pangan/Holti kultura Chairul SP, MP.

Dijelaskan oleh Dedy, saat ini sudah terjadi peningkatan populasi hama WBC pada Masa Tanam (MT) I April – Septem ber. Peningkatan populasi tersebut terjadi di 9 Kecamatan yakni, di wilayah Kecamatan Sei Rampah,Teluk Mengkudu, Perbaungan, Dolok Masihul, Pegajahan, Serba jadi, Bandar Khalifah, Tebing Syahbandar dan Kecamatan Tanjung Beringin.

“Menurut data yang sudah kita terima dilapangan, dari 9 Kecamatan tersebut, luas waspada serangan mencapai 2000 Ha dengan populasi WBC berkisar antara 5 – 20 ekor/rumpun, dan hal ini juga sudah dilakukan pengendalian massal seluas 1.450 Ha, ” jelasnya.

Menyikapi hal ini, Ia pun meminta kepada seluruh petani yang ada di Kabupaten Sergai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan Hama WBC tersebut. Sebab, jika tidak secepat nya ditanggulangi, maka petani akan mengalami gagal panen (puso).

Meskipun saat ini, lanjutnya, dari Dinas Pertanian sendiri sudah melakukan beberapa tindakan seperti mengintensif kan pengamatan di lapangan melalui Petugas Pengamat OPT (POPT), Penyuluh dan Petani Pengamat Swadaya. Namun, dalam hal pengendali an ini, peran dari masyarakat petani sendiri sangat diperlukan.

“Kita sangat berharap, masyarakat petani khususnya petani padi ini dapat mening katkan kewaspadaannya. Jika terjadi populasi hama WBC, petani harus mela kukan pengendalian swadaya terlebih dahulu dengan melakukan penyemprot an insektisida yang dianjurkan,” harapnya.

Namun, jika peningkatan populasi hama WBC ini semakin meningkat, lanjutnya lagi, petani harus melaporkan hal tersebut kepada Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang sudah ditugaskan oleh Dinas Pertanian. Sehingga hal ini nantinya bisa ditanggulangi secara bersama-sama.

“Jadi menurut kami, pengendalian swadaya ini sangat penting dilakukan terlebih dahulu, sehingga tidak terjadi peningkatan populasi. Petani harus bisa mandiri, jangan selalu berharap atau menunggu bantuan dari Pemerintah baru dilakukan pengendaliannya,” Pungkas Dedy.(art)