Connect with us

Ekonomi

GPEI Sumut Kunker Ke Teluk Nibung, Pasang Surut Air Laut Jadi Kendala Para Eksportir

Published

on

Usai pertemuan, seluruh peserta foto bersama. (Foto/ist)

Teluk Nibung, Geosiar.com,- Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumatera Utara melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Bea Cukai (BC) dan Pelabuhan Teluk Nibung. Dalam kunjungan itu, Bea Cukai Teluk Nibung menyelenggarakan kegiatan Sharing Session tentang “Upaya Peningkatan Ekspor di Pelabuhan Teluk Nibung” bersama dengan GPEI (Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia) Sumatera Utara, instansi pemerintah di pelabuhan serta dengan pengguna jasa di pelabuhan Teluk Nibung.

Rombongan GPEI Sumut yang dipimpin Ketua GPEI Sumut, Drs Hendrik H Sitompul MM didampingi Bendahara GPEI Sumut Delphius Ginting, Wakil Ketua Bidang Infokom dan Humas Condrad Naibaho dan Wakil Ketua Bidang UMKM Job Purba. Berkunjung ke Pelabuhan Teluk Nibung yang dilaksanakan bulan Mei lalu, tentu untuk mendorong peningkatan potensi ekspor di daerah itu.

Ketua GPEI Sumut Drs Hendrik Sitompul saat menerima cendra mata dari Kepala Kantor Bea Cukai Teluk Nibung I Wayan Sapta Dharma. (Foto/geosiar)

Pertemuan yang dihadiri Kepala Kantor Bea Cukai Teluk Nibung I Wayan Sapta Dharma, GM Pelindo Tanjung balai Asahan Aulia Rahman, Karantina Pertanian Tanjung balai dan sejumlah pelaku eksportir.

Dalam kesempatan itu, Ketua GPEI Sumut Hendrik Sitompul menjelaskan, kedatangan GPEI Sumut berkunjung ke Teluk Nibung Tanjung Balai, untuk menyatukan persepsi terkait upaya meningkatkan ekspor khususnya di Sumut. “Tapi, jika menyangkut ekspor, kita tetap harus memikirkan hulu, jangan hanya hilir saja,” tegas Hendrik.

Lebih jauh kata Hendrik, dari hasil survey dan investigasi GPEI Sumut, ditemukan adanya prilaku eksportir, yang disimpulkan menjadi 3 bagian, yakni eksportir pemilik barang, pengumpul dan under name. Hal itu dilakukan karena banyak eksportir tidak mau pusing.

Untuk itu lanjut Hendrik, dalam upaya meningkatkan ekspor, GPEI Sumut rencananya akan membuka Sekolah Ekspor. Karena masih banyak pemilik barang tidak mengerti soal ekspor. “Hasil survey Kami, berkisar 70% tidak ngerti soal ekspor,” tegas Hendrik.

Hendrik mengharapkan, melalui Sekolah Ekspor dapat meningkatkan ekspor di Sumut, karena para pelaku dan pemilik barang akan mendapatkan pengetahuan tentang ekspor. “Jadi, Kami GPEI Sumut juga punya target 1.000 eksportir baru dalam jangka waktu 2 tahun,” kata Hendrik, sambil menunjukkan silabus, materi dan rencana sekolah ekspor.

Saat meninjau pelabuhan teluk nibung, sejumlah wartawan mewancarai Ketua GPEI Sumut Drs Hendrik Sitompul MM terkait upaya peningkatan ekspor. (Foto/geosiar)

Setelah mendengar penjelasan tersebut, Kepala Kantor Bea Cukai Teluk Nibung I Wayan Sapta Dharma, seluruh Stakeholder dan undangan yang hadir sangat mendukung apa yang disampaikan Ketua GPEI Sumut itu.

Selanjutnya, pada pertemuan itu juga dilakukan kegiatan sharing session bersama dengan stakeholder pelabuhan untuk memetakan permasalahan, tantangan, maupun peluang-peluang peningkatan ekspor di daerah, yang akan digunakan dalam menyusun strategi untuk mencapai target 1000 Eksportir baru serta kebijakan yang dibutuhkan untuk memperlancar ekspor di pelabuhan-pelabuhan di Sumatera Utara.

Sejalan dengan tujuan tersebut, berdasarkan data dapat dilihat bahwa Pertumbuhan Ekspor di Pelabuhan Teluk Nibung terus meningkat dimana sampai bulan April 2021 terjadi pertumbuhan sebesar 48,15%, dengan 5 besar komoditas ekspor yaitu Produk Peternakan, Produk Perikanan,Produk Nabati,Olahan Makanan,Garmen dan Produk Tekstil lainnya.

Yang menjadi Perhatian adalah bagaimana Produk Peternakan pertumbuhannya mengalami peningkatan yang sangat signifikan sebesar 313,42%, dan Produk Nabati sebesar 90,57%, dan nilai ini diharapkan terus mengalami Peningkatan.

Dari Keseluruhan data Ekspor di Pelabuhan Teluk Nibung terlihat bahwa Bahan Mentah masih sangat mendominasi hampir sebesar 89%, sedangkan Barang Produksi hanya sekitar 11%, Diharapkan Ekspor Barang Produksi bisa kita tingkatkan melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk peningkatan peran GPEI Sumatera Utara.

“Harapannya potensi ekspor yang besar di pelabuhan Teluk Nibung bisa terus digali dan terus mengalami trend peningkatan. Bea Cukai Teluk Nibung akan selalu berusaha untuk implementasikan kemudahan ekspor untuk para calon eksportir, apalagi dalam masa pandemi Covid-19, diharapkan sektor ekspor semakin menyumbang perannya dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.”, ujar I Wayan Sapta Dharma.

Dalam kesempatan itu, pelaku eksportir juga menyampaikan permasalahan yang mereka alami di lapangan, khususnya terkait pasang surutnya air laut. Permasalahan yang sudah cukup lama itu sudah lama mereka usulkan, yakni pengurukan, agar kapal tidak terhalang untuk berlayar dan tidak mengganggu kelancaran ekspor. “Kami harapkan agar pengurukan itu diusulkan ke pusat ,” kata para eksportir.

Usai pertemuan, Kepala Kantor Bea Cukai Teluk Nibung I Wayan Sapta Dharma menyerahkan cendra mata kepada Ketua GPEI Sumut Drs Hendrik Sitompul MM. Selanjutnya, mengajak rombongan GPEI Sumut untuk melihat secara langsung proses ekspor di pelabuhan Teluk Nibung. (red)