Connect with us

Dunia

3,8 Juta Orang di Dunia Tewas Covid-19 Sejak Desember 2019

Published

on

Geosiar.com,– Lebih dari satu tahun pandemi global Covid-19 terjadi, setidaknya hingga Selasa (15/6) pukul 18.00 WIB secara akumulatif sudah lebih dari 3,8 juta orang tewas terkait paparan virus corona sejak Desember 2019 silam.
Mengutip dari panel perkembangan Covid-19 di situs resmi badan kesehatan dunia (WHO) secara akumulatif sudah ada 175.847.347 kasus terpapar virus corona, di mana 3.807.276 tewas.

Angka tak jauh beda pun diperlihatkan penghitungan data yang diakses dari situs worldometers yakni 177.086.088 kasus terpapar Covid-19, di mana 3.829.038 berujung kematian.

Pandemi global Covid-19 bermula dari wabah virus yang diduga merebak dari kelelawar di Wuhan, China, pada Desember 2019 silam.


Seperti dilansir dari AFP, sumber di lingkungan pejabat otoritas kesehatan dunia menyatakan WHO mengestimasi angka riil kondisi pandemi global bisa dua atau bahkan tiga kali lipat dari data yang tercatat secara resmi.

Dalam catatan resmi tersebut, pada awal pekan ini, kasus kematian baru akibat Covid-19 yang terbanyak ada di India (2.726), kemudian Brazil (827), dan Argentina (686).

Secara akumulatif, Amerika Serikat (AS) menjadi negara dengan angka kematian terbanyak yakni 599.945 dari 33.474.765 kasus paparan Covid-19 hingga awal pekan ini.


Setelah AS, negara lain dengan kasus Covid-19 terbanyak adalah Brazil (17.452.612 kasus, 488.228 kematian), India (29.570.881 kasus dan 377.031 kematian), dan Meksiko (2.455.351 kasus dan 230.187 kematian).

Sementara itu di Indonesia, per Selasa (15/6), bertambah 8.161 kasus baru. Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 1.927.708 sejak pertama kali diumumkan pada awal Maret 2020 lalu oleh Presiden Joko Widodo.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, dari total kasus positif tersebut, sebanyak 1.757,641 di antaranya telah sembuh. Pasien yang sembuh dari infeksi virus corona bertambah 6.407 dari hari sebelumnya. Kemudian, dari total kasus positif, sebanyak 53.280 di antaranya telah meninggal dunia. Pasien yang wafat usai terinfeksi virus corona 164 dari hari sebelumnya.


Terkait kasus Covid-19 yang belum melandai, pimpinan negara-negara yang tergabung dalam Kelompok 7 (G7) di Inggris pada akhir pekan lalu menyerukan penyelidikan fase kedua asal muasal virus corona di China oleh WHO secara transparan, tepat waktu, dipimpin para ahli, dan berbasis ilmu pengetahuan, seperti yang direkomendasikan laporan para ahli.

“Memperkuat transparansi dan akuntabilitas, termasuk menegaskan kembali komitmen kami untuk mengimplementasi penuh, dan meningkatkan kepatuhan terhadap, Peraturan Kesehatan Internasional 2005,” demikian salah satu bunyi komunike G7 tersebut.

Menanggapi hal tersebut, ilmuwan sekaligus Kepala Institut Virologi Wuhan China Shi Zhengli membantah dugaan virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 berasal dari kebocoran laboratoriumnya.

“Bagaimana saya bisa memberikan bukti untuk sesuatu yang tidak ada buktinya?” kata Zhengli kepada The New York Times.

“Saya tidak tahu bagaimana dunia menjadi seperti ini, terus-menerus menuangkan kotoran kepada para ilmuwan yang tidak bersalah,” ucapnya seperti dilansir AFP.

Kedubes China di London, Inggris, pun menegaskan investigasi WHO atas pandemi Covid-19 tak boleh dipolitisasi negara-negara dunia.(cnn/red)