Connect with us

Ekonomi

Ketua KADIN Medan Kunjungi Disdag, Rumah Kemasan Modern Memiliki Daya Saing

Published

on

Ketua KADIN Medan Arman Chandra (tengah) bersama pengurus KADIN Medan lainnya. (Foto/ist)

Medan, Geosiar.com,- Ketua KADIN Medan Arman Chandra mengunjungi Kantor Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Medan di Jalan AH Nasution Kota Medan, Kamis(10/06). Turut hadir Wakil Ketua bidang Restorant, hotel dan Kuliner Fery Dika.

Kunjungan KADIN mengharapkan, Sinergitas untuk meningkatkan produk-produk UMKM seperti kopi, aneka kue, minuman dan produk kemasan lain dari berbagai daerah di Kota Medan yang dapat dikemas dengan apik dan menarik.

Arman dalam pertemuan tersebut memberi masukan mengupdate rumah kemasan dengan menyediakan mesin-mesin pembuat produk kemasan yang cukup canggih, dengan hasil cetakan yang berkualitas.

Rumah Kemasan modern itu, lanjut Arman, dapat melayani konsultasi bagi pelaku UMKM tentang pemasaran produk secara gratis.

Menurutnya, hal semacam inilah yang diharapkan agar produk UMKM Kota Medan bisa naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih baik di pasaran. Sebab diyakini Arman, banyak produk UMKM Medan yang rasanya enak dan tidak kalah dengan produk pabrikan besar.


“Jadi kalau packaging sudah sebagus ini, maka tidak hanya laku di pasar tradisional, tapi bisa masuk ritel bahkan bisa ekspor. Inilah bentuk pendampingan kita, jadi pengemasannya kita dampingi, pemasarannya, sampai manajemennya.” terangnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan Dammikrot mengatakan, jika ada pelaku UMKM sudah punya produk tapi belum punya logo, design dan kemasannya, bisa datang untuk konsultasi. “Kami bantu dampingi dengan membuatkan logo, desain kemasan dan lainnya,” kata Kadis.

Pihaknya juga rencana akan menggelar pendampingan di berbagai kelurahan di Kota Medan. “Seringkali, digelar workshop tentang pengemasan, pemasaran, manajemen dan lainnya kepada sejumlah pelaku UMKM di daerah,” ungkapnya.

Dammikrot juga menambahkan, Rumah Kemasan juga membantu UMKM dalam pencetakan kemasan dengan harga jauh lebih murah dari pasaran dan minimal order yang juga lebih sedikit sehingga memudahkan pelaku UMKM. (rel/red)