Connect with us

Dunia

Lockdown COVID-19 Di Malaysia Diperpanjang Dua Pekan

Published

on

Menara kembar di Malaysia sepi yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan mancanegara. (Foto/dok)

Geosiar.com, – Durasi lockdown COVID-19 di Malaysia, atau disebut juga Pembatasan Gerak, diperpanjang. Dikutip dari Channel News Asia, Malaysia memperpanjangnya selama dua pekan, dari 15 Juni ke 28 Juni 2021. Adapun perpanjangan itu dilakukan karena jumlah kasus COVID-19 harian yang masih melebihi 5000 orang.

“Daftar hal yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan serta prosedur operasi standar untuk seluruh manufaktur, bisnis, dan kegiatan industrial yang ada sekarang tetap berlaku,” ujar Menteri Pertahanan Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, Jumat, 11 Juni 2021.

Per berita ini ditulis, Malaysia tercatat memiliki 646 ribu kasus dan 3,768 kematian akibat COVID-19. Selama 24 jam terakhir, jumlah kasus dan kematian di Malaysia bertambah 6.849 dan 84 orang.

Meski angka kasus terbaru masih lebih tinggi dari target yang ditetapkan, beberapa hari terakhir menunjukkan tren penurunan. Dari 9.020 kasus yang tercatat pada 29 Mei lalu, angka kasus perlahan mulai menurun.

Sebagai catatan, lockdown COVID-19 ketiga di Malaysia ditetapkan pertama kali pada awal Mei lalu. Hal itu dilakukan menyusul terjadinya gelombang ketiga pandemi COVID-19 plus munculnya varian-varian baru virus.

Di penerapan awal, sektor-sektor ekonomi tetap diperbolehkan untuk beroperasi selama menerapkan protokol kesehatan. Sementara itu, perjalanan antar distrik, perjalanan antar-kota, event olahraga, kegiatan sosial, dan aktivitas pendidikan dilarang.

Memasuki akhir Mei, PM Muhyiddin Yassin mengumumkan Malaysia akan menerapkan lockdown total selama 14 hari. Hal itu berlaku per 1 Juni dengan hanya sektor-sektor ekonomi esensial saja yang diperbolehkan tetap beroperasi. Kurang lebih dua pekan kemudian, seperti disebutkan di atas, lockdown diperpanjang lagi.

Jika lockdown COVID-19 terbaru berhasil menekan angka kasus, Pemerintah Malaysia akan melonggarkan pembatasan yang ada secara gradual. Targetnya, pelonggaran berlangsung selama empat pekan dengan berbagai sektor ekonomi mulai dibuka. Pelonggaran itu akan terus dievaluasi oleh Kementerian Kesehatan untuk meninjau resikonya.(tmp/red)