Connect with us

Sumut

Kisruh Terkait UU Kepegawaian KPK, PMPHI SU : Berusaha Jatuhkan Firli dan Rusak KPK

Published

on

Korwil PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat. (Foto/ist)

Medan, Geosiar.com,- Kordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut Drs Gandi Parapat menilai, kisruh terkait UU Kepegawaian yang baru ditubuh KPK sengaja untuk membunuh karakter Ketua KPK. “Kami menilai semakin tajam pembunuhan Karakter kepada ketua KPK karena UU kepegawaian KPK yang baru setelah Firli ketua. Dari semua sudut Dia ditekan,” tegas Gandi kepada wartawan di Medan, Rabu (9/6/2021).

Lebih jauh kata Gandi, sebelum Pimpinan KPK dilantik, beberapa pegawai/staf KPK menyatakan mundur kalau Firli dilantik menjadi ketua KPK, sekarang BKN mentesting semua pegawai/staf agar PNS/ASN, namun oleh BKN tidak semua lulus.

“Akibat tidak lulusnya Novel Baswedan ramai pasar sampai ke PGI, Komnas HAM, DPR menggambarkan tanpa Novel Baswedan KPK akan gugur,” kata Gandi.

BKN dengan KPK lanjut Gandi, tentu sangat berbeda namun seperti dituduh ketua KPK yang mengatur BKN. “Sampai kapan Ketua KPK bisa bebas menghajar Koruptor, kalau semua mencari cari kesalahan yang tidak masuk akal. Apa sebenarnya tugas Pimpinan KPK, apa tidak bisa mereka menggeser posisi jabatan seseorang yang dianggap lebih mampu,” tegasnya.

Menurut Gandi, dengan tidak lulusnya Novel Baswedan dan kawan kawan, kenapa Ketua KPK yang dikejar sampai Komnas HAM ribut memanggil. “DPR juga sibuk membuat strategi agar ketua KPK mau dipanggil/diperiksa Komnas HAM, hanya karena tidak lulus oleh BKN,” tegas Gandi.

Menurut Gandi, harapan masyarakat jika Firli tidak kuat pasti akan gagal. “Karena sekarang seperti dikondisikan bagaimana biar KPK lumpuh tidak berdaya, namun kami menyakini pak Firli mampu mengatasinya. Karena pada umumnya orang yang punya Karakter dan kemampuan yang dihajar. Kenapa takut memecat Novel Baswedan dan kawan kawan ?. Apakah mereka Pemilik KPK ?
Apakah hanya mereka yang mampu,” pungkas Gandi. (rel/red)