Connect with us

Sumut

Wagubsu Terima Kunjungan Dubes Belarus, Arman Chandra : Pempropsu Akan Fasilitasi Investor dari Belarus

Published

on

Wagubsu Drs H Musa Rajekshah M Hum foto bersama Dubes Belarus, Ketua KADIN Medan Arman Chandra serta Pengurus KADIN Medan lainnya. (Foto/ist)

Medan, Geosiar.com,- Gubernur Sumatera Utara diwakili oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara Drs. H. Musa Rajekshah, M. Hum mengatakan bahwa Pemprovsu menyambut baik kunjungan Dubes Belarus untuk Indonesia, apalagi kunjungan tersebut untuk melakukan kerja sama antara kedua negara khususnya Provinsi Sumatera Utara.

Wagubsu mengatakan bahwa banyak potensi yang terdapat di Sumatera Utara. Potensi tersebut menurut Wagubsu belum sepenuhnya dimanfaatkan. “Pemprov menyambut baik kunjungan Dubes Belarus, dengan demikian antara kedua negara, khususnya pemprovsu dapat saling berbagi untuk mengoptimalkan potensi yang ada khususnya di Sumut,” ujar Wagubsu yang didampingi pejabat Pemprovsu saat menerima Dubes Belarus di Ruang Kerja Wagubsu di lantai 9 Kantor Gubernuran , Senin (7/6/2021).

Ketua KADIN Medan Arman Chandra saat menyerahkan cendra mata kepda Wagubsu Drs H Musa Rajek Shah dan ditengah Dubes Belarus. (Foto/geosiar)

Kunjungan Dubes Belarus untuk Indonesia Mr. Valery Kolesnik yang hadir bersama Konsuler Komersil Aliaksei Leachymau dan Ketua KADIN Sumatera Utara Ivan Iskandar Batubara diwakili oleh Pengurus KADIN Medan diketuai oleh Arman Chandra, Wakil Ketua bidang Organisasi, Kelembagaan M. Iqbal Sinaga, Wakil Ketua bidang Inkraf, Telematika, Kerjasama Daerah dan Luar Negeri Abdul Razak Nasution, Wakil Ketua bidang Perhotelan, Restorant dan Kuliner Feri Dika WE, Wakil Ketua Bidang Perdagangan, Perindustrian dan investasi Haniz iskandar Batubara, Wakil Ketua Bidang Sosial, Pendidikan dan Kesehatan Inggit Luimenta, Komite tetap Albert Masli, Condrad Naibaho, Joey G., Sahala Siregar, Fakhrizal dan beberapa pengusaha lokal Kota Medan. Pertemuan dilaksanakan dengan protokol kesehatan.

Musa Rajekshah juga mengatakan bahwa Sumatera Utara juga memiliki potensi dari perkebunan, pertanian, perikanan dan lain sebagainya. Saat ini di Sumatera Utara juga memiliki kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangkei yang mengolah kelapa sawit dan turunannya.

Dalam kesempatan itu Ketua KADIN Medan Arman Chandra juga menambahkan bahwa pemprovsu sangat mendukung keinginan dari Belarus untuk menjalin kerjasama dengan Indonesia khususnya Sumatera Utara di berbagai bidang. Dikatakannya bahwa pemprovsu akan membantu memfasilitasi investor dari Belarus agar dapat berinvestasi di Sumatera Utara.

“Saat ini ada 5 kawasan yang dikembangkan di Sumatera Utara seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung, Kawasan Wisata Danau Toba, Kawasan Mebidangro, dan Bandara Internasional Kuala Namu sebagai hub indonesia barat. Tentunya merupakan peluang dari para investor dari dalam dan luar negeri untuk berinvestasi ” sebut Arman.

Khusus bidang perikanan, Lulusan Lemhannas angkatan 61 tahun 2020 ini mengatakan bahwa panjang pantai di Sumatera Utara kurang lebih 1.300 kilometer yang tersebar dipantai Timur dan Pantai Barat. Untuk pantai barat pengelolaan potensi perikanan laut baru 20 persen dimanfaatkan. 

Selain perikanan laut, Arman juga mengatakan bahwa Sumut juga punya budi daya ikan seperti Aqua Farm yang mengelola budi daya Ikan Nila dan telah di ekspor ke berbagai Negara. “Ini merupakan salah satu yang terbaik di dunia,” sebut Arman.

Sementara Dubes Belarus untuk Indonesia Mr Valery Kolesnik mengatakan bahwa Belarus yang memiliki penduduk kurang lebih sepuluh juta orang ingin menjalin kerja sama dengan Indonesia khususnya Sumatera Utara. Karena telah melihat bahwa Sumatera Utara memiliki banyak potensi di berbagai bidang.

Dubes Belarus saat menerim Ulos dari Wagubsu (Foto/geosiar)


Valedy mengatakan bahwa di Sumatera Utara potensi perkebunan dan pertanian sangat baik. Oleh karena itu, menawarkan penawaran dan saran untuk ke Indonesia, khususnya Sumatera Utara. “Diharapkan Belarus bisa melanjutkan perdagangan pupuk ke Sumatera Utara,” kata Valery.

Pada kesempatan itu Valery juga mengatakan dibidang pertanian bahwa Belarus dapat memproduksi susu kurang lebih tujuh juta liter pertahunnya. selain produk susu telah diekspor ke berbagai negara juga ada keju.


Selain itu Valery juga mengatakan bahwa Belarus ingin melakukan kerjasama di bidang pariwisata di Belarus cukup banyak dan karena sudah ada pengalaman yang cukup baik dalam pengelolaan kawasan sehingga dapat mengundang banyak wisatawan baik dari dalam dan luar negeri. “Belarus telah membebaskan visa selama 30 hari dan tidak perlu karantina saat tiba dalam kerjasama ini apabila diswap dengan hasil negatif” sebutnya.

Dia juga mengatakan bahwa masih banyak potensi-potensi yang ada di Belarus yang belum bisa dimanfaatkan dengan baik. Oleh karenanya pemerintah Belarus ingin mengundang pemprovsu untuk melakukan pertemuan berikutnya melalui KADIN Kota Medan guna membicarakan potensi apa yang bisa dikerjasamakan antara kedua khususnya Pemerintah Belarus dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. “Tentunya dengan pertemuan hari ini antara pemerintah provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Belarus dapat menjalin kerja sama yang baik di berbagai bidang,” harap Valerik.(rel/red)