Connect with us

Politik

Saat Sosialisasi Perda Persampahan, Modesta Marpaung Ajak Masyarakat Dukung Program Pemko Medan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Anggota DPRD Medan Modesta Marpaung SKM minta seluruh warga supaya mendukung program Pemko Medan dalam melakukan berbagai terobosan dan inovasi terkait penanganan sampah agar lebih maksimal. Sehingga, berbagai kendala sampah selama ini di tengah masyarakat dapat teratasi demi terwujudnya Medan bersih dan indah.

Himbauan dan ajakan itu disampaikan Modesta Marpaung (Golkar) saat melakukan sosialisasi sosialisasi ke V Tahun 2021 Perda Kota Medan No 6 Tahun 2015 tentang pengelolaan persampahan di Jl Bukit Barisan I Kecamatan Medan Timur, Sabtu (8/5/2021). Acara sosialisasi Perda dihadiri perwakilan OPD Pemko Medan, tokoh masyarakat dan ratusan warga.

Menurut Modesta, pengalihan atau pelimpahan wewenang penanganan sampah dari Dinas Kebersihan Pertamanan ke pihak Kecamatan dinilai sangat tepat untuk penanganan masalah lebih maksimal. Maka masyarakat supaya peduli dengan kebijakan dan kebersihan lingkungan.

Apalagi tambah Modesta, alangkah bagus nya jika Pemko Medan memaksimalkan penerapan Perda No 6 Tahun 2015 tentang pengelolaan persampahan. “Melalui Kepling kiranya Perda tersebut dapat disosialisasikan terus menerus dengan humanis,” ujar Modesta.

Begitu juga dengan keluhan warga terkait minimnya bak sampah dan Tempat Penampungan Sementara Terpadu (TPS T) di setiap Kelurahan atau Kecamatan mengakibatkan sampah belum terwadahi. Keterlambatan pengangkutan sampah dari lingkungan maka sampah pun berserak dan jatuh ke parit. “Nantinya semua masalah itu akan terjawab,” sebut Modesta.

Terkait hal itu, Modesta juga mendorong Pemko Medan supaya mengalokasikan penambahan anggaran untuk pengadaan angkutan dan gerobak sampah. Bahkan, kata Modesta untuk mendukung hal itu, potensi retribusi sampah juga supaya digali maksimal.

Seperti soal retribusi sampah yang belum dikelola dengan baik. Modesta berharap retribusi sampah agar tetap menggunakan karcis setiap ada pengutipan dari warga.

Setiap kutipan retribusi sampah disarankan menggunakan bukti kwintansi karcis untuk menghindari penyelewengan dan kebocoran. Sedangkan untuk menghindari tunggakan dan kebocoran pembayaran retribusi dapat dilakukan lewat tagihan pembayaran listrik (PLN) atau air (PDAM Tirtanadi).

Saat sosialisasi, Modesta banyak menerima keluhan peserta sosialisasi terkait minimnya bak sampah di lingkungan, minimnya angkutan gerobak sampah, keterlambatan jadwal pengangkutan sampah dan tidak adanya TPS T. Sehingga, sampah yang sebelumnya sudah terkumpul krmbali berserak dan terbuang ke parit.

Seperti diketahui, adapun Perda yang disosialisasi yang Perda No.6 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan Persampahan. Perda memiliki sanksi pidana yakni hukuman badan dan denda bagi perorangan maupun badan yang melanggar perda No 6 Tahun 2015.

Dalam isi Perda No 6 Tahun 2015 sudah jelas disebutkan pada BAB XVI, ada ketentuan pidananya yakni pada pasal (1) berbunyi, Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 32 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak Rp.10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah).

Pada ayat (2), Setiap badan yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 32 dipidana denda paling banyak Rp.50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah). Perda No 6 Taun 2015 ini memiliki 37 pasal dan XVII BAB. (lamru)