Connect with us

Politik

Sosper, Sukamto Dorong Pemko Medan Percepatan Pengadaan TPA di Deli Serdang

Published

on

Medan, Geosiar.com – Anggota DPRD Medan Sukamto SE dorong Pemko Medan percepatan realisasi pengadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Kecamatan Talun Kenas Kabupaten Deli Serdang. TPA dimaksud akan mampu menampung sampah dari kota Medan dan Deli Serdang seiring TPA Terjun sudah hampir penuh.

“Kita harapkan TPA dimaksud segera tersedia. Sehingga penanganan sampah di Medan dapat maksimal. Sampah dari daerah selatan dan timur wilayah Kota Medan tentu dapat cepat terangkut ke Talun Kenas,” ujar Sukamto SE (PAN) saat menggelar sosialisasi ke V Perda (Sosper) Kota Medan No 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Jl Balai Desa Lik 8 Kel Polonia Kec Medan Polonia, Sabtu (8/5/2021).

Dukungan yang disampaikan Sukamto sekaligus menyikapi keluhan dan harapan warga dan pihak Kecamatan serta Kepling terkait masih minim nya sarana prasarana sampah. Guna memaksimalkan pelayanan tersebut maka sangat dibutuhkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan TPA.

Selain itu, masih menyahuti keluhan warga terkait penjadwalan kedatangan petugas pengangkut sampah di Medan Polonia. Warga meminta kalau bisa mobil pengangkut sampai ada pengeras suara. Sehingga warga bisa mengetahui kalau mobil sampah lewat.

Sama halnya dengan masalah pengangkutan sampah di gang gang kecil yang belum tertangani. Banyak sampah warga belum terwadahi dengan baik.

Pada kesempatan itu, Sukamto berharap kepada Kepling agar memiliki peran yaang sangat penting. Peran Kepling dibutuhkan keseriusan menangani sampah apalagi peralihan wewenang dan tanggungjawab sudah ditangani pihak Kecamatan. “Kepling yang menjadi ujung tombak penanganan sampah,” ujar Sukamto.

Untuk itu kata Sukamto, Pemko Medan diminta dapat menerapkan Perda Kepling dengan benar. Sehingga penanganan sampah di Medan dapat maksimal karena warga sudah diberi hak dan kewajiban kepada warga dan pemerintah mengenai sampah.

Sebagaimana diketahui dalam Perda No 6 Tahun 2015 sudah jelas disebutkan pada BAB XVI, ada ketentuan pidananya yakni Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 32 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak Rp.10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah).

Sedangkan pada ayat (2), setiap badan yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 32 dipidana denda paling banyak Rp.50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah).

Perda No 6 Taun 2015 ini memiliki 37 pasal dan XVII BAB,” semoga perda tentang pengelolaan sampah ini dapat membawa perubahan bagi kebersihan dikota Medan.

Saat sosialisasi Perda dihadiri mewakili Kepala Dinas Kebersihan Kota Medan M Amin Dalimunthe, Abdul Halim. Lurah Polonia Ardi Gaus, Kepling VIII Polonia Asini Yanti, tokoh masyarakat dan ratusan masyarakat. (lamru)