Connect with us

Politik

Sosper Abd Rani SH, Kepling Diminta Ajak Warganya Wadahi Sampah Masing masing

Published

on

Medan, Geosiar.com – Seluruh Kepala Lingkungan (Kepling) se Kota Medan diminta fokus menangani sampah di daerahnya. Melakukan pemetaan dan memberdayakan seluruh komponen yang ada. Tidak kalah penting pendekatan dan merangkul masyarakat sehingga bersedia mewadahi sampah masing masing.

“Sosialisasikan Perda No 6 Tahun 2015 tentang Persampahan. Ajak masyarakat menciptakan lingkungan yang bersih dengan mewadahi sampah masing masing. Sehingga tidak ditemui lagi sampah yang berserak”, ujar anggota DPRD Medan Abdul Rani SH.

Hal tersebut disampaikan Abd Rani ketika memberikan sosialisasi ke V Perda (Sosper) Kota Medan No 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Jl Kapten Rahmad Buddin Gg Mangga Kekurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (8/5/2021). Hadir saat sosialisasi OPD terkait Pemko Medan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan ratusan peserta sosialisasi dari berbagai elemen.

Disampaikan Abd Rani asal politisi PPP itu, peran Kepling sebagai perpanjangan Walikota Medan ke masyarakat sangat besar. “Berdayakan seluruh kemampuan yang ada. Masyarakat juga ingin daerahnya bersih,” sebut Abd Rani.

Saat sosialisasi, kata Ad Rani, tentu akan diketahui masalah tidak maksimalnya penanganan sampah atau kebersihan. “Upayakan beri solusi dengan melibatkan dan memberdayakan masyarakatnya. Jika belum juga dapat solusi setelah itu baru disampaikan ke Pemko Medan,” terangnya.

Karena kata Abd Rani, di satu lingkungan pasti ada warga yang bersedia memberikan bantuan semisal pengadaan tong sampah begitu juga bantuan lainnya. “Paling tidak bersedia mewadahi sampah masing masing. Hal seperti itu yang perlu dilakukan pendekatan Kepling kepada warganya,” tambah Abd Rani.

Dengan melakukan itu, kata Abd Rani persoalan sampah akan diketahui dan dilaporkan ke Lurah dan Camat. Maka dapat lah dicari solusi dengan skala prioritas jangka pendek dan panjang.

Abd Rani juga mengharapkan agar Pemko Medan dapat menerapkan Perda Persampahan dengan tegas. Sehingga maayarakat terlatih dan terbiasa buada bersih.

Diketahui, dalam Perda No 6 Tahun 2015 sudah jelas disebutkan pada BAB XVI, ada ketentuan pidananya yakni Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 32 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak Rp.10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah).

Sedangkan pada ayat (2), setiap badan yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 32 dipidana denda paling banyak Rp.50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah).

Perda No 6 Tahun 2015 ini memiliki 37 pasal dan XVII BAB,” semoga perda tentang pengelolaan sampah ini dapat membawa perubahan bagi kebersihan dikota Medan. (lamru)