Connect with us

Sumut

Balai Teknik Perkeretaapian Respon Positif Kerelaan Warga Dirikan Pos Palang Pintu

Published

on

Medan, Geosiar.com – Pihak Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Utara mengaku respon dengan keluhan warga Lingkungan II Kelurahan Martubung Kec Medan Deli terkait keberadaan portal di perlintasan Kereta Api Jalan Aloha. Bahkan, kerelaan warga untuk memasang Palang buka pintu dan jaga Pos pengganti portal permanen dinilai sangat positif.

Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Utara melalui Kepala Seksi Lalu Lintas, Sarana dan Keselamatan (LSK) Iskandar (foto) kepada wartawan, Kamis sore (6/5/2021). Dikatakan, terkait penutupan Portal di Jalan Aloha akan segera diselesaikan.

“Apalagi saat ini warga sudah mendirikan Pos Jaga Palang pintu buka tutup. Kemarin saya sudah kordinasi degan pejabat pusat (Dirjen Keselamatan Perkeretaaapian_red) terkait Portal akan segera diselesaikan. Jika minggu depan belum ada juga perintah dari pusat. Saya akan susul kembali,” terang Iskandar.

Disampaikannya, memang soal penutuoan portal atau pemasangan Palang pintu perkeretaapian merupakan wewengang pusat. “Kita tidak boleh bertindak sendiri. Semuanya harus melalui izin dari Dirjen,” aku Iskandar.

Disebutkan Iskandar, pihaknya sangat peduli terkait kemakmuran ekonomi masyarakat. Maka itu, pihak Perkeretaapian tetap berupaya menjaga jangan sampai ada korban matinya roda perekenomian karena ketidak pedulian mereka.

Terkait penutupan portal di Jalan Aloha, ke depannya kata Iskandar sangat membutuhkan peran Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan terkait kerelaan warga menjaga Pos Palang pintu buka tutup.

“Sesuai ketentuan yang berlaku, orang penjaga palang pintu tidak boleh sembarangan namun harus yang bersertifikat dan bertanggungjawab,” terang Iskandar.

Dijelaskan lagi, kerelaan warga untuk jaga palang pintu tentu harus dipertimbangkan sesuai aturan. Niat menjaga tapi tidak maksimal melaksanakan tugas. Untuk itu perlu kordinasi dengan Pemko dan warga.
“Hal tersebut sedang menjadi perhatian kita. Minggu depan akan saya susul lagi ke pusat”, tandas Iskandar didampingi stafnya Lasriado Tri Ramoski Banjarnahor.

Seperti diketahui, warga lingkungan II Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan bergotong royong secara swadaya dirikan Pos jaga palang pintu di Jalan Aloha perlintasan Kereta Api (KA), Minggu (2/5/2021). Warga mengaku siap membantu jaga pos palang buka tutup mengatur perlintasan KA guna menghindari kecelakaan.

“Kami dirikan Pos jaga palang pintu KA ini dengan sistim buka tutup. Warga siap membantu jaga pos. Maka itu kami bermohon kepada pihak PT Kerata Api (PT KA) agar berkenan membongkar portal permanen dengan mengganti Pos palang buka tutup. Karena dengan portal buka tutup bebas dilewati angkutan dengan tertib. Bukan seperti sekarang ini portal permanen yang menutup akses jalan telah mematikan usaha ekonomi kami,” ujar Herlian didampingi warga lainnya Nurdin, Uli dan Saiful kepada wartawan, Minggu (2/5/2021) saat pemasangan Palang.

Menurut Herlian, sudah 6 bulan Jalan Aloha di perlintasan KA ditutup portal oleh pihak PT KA. Akibatnya akses warga melakukan aktifitas sehari hari menjadi terhambat. “Kami juga sangat mengharap agar persoalan ini dapat difasilitasi DPRD Medan dan Pemko Medan sehingga pihak PT KA dapat membuka portal demi kepentingan umum,” harap Herlian lagi.

Disampaikan Herlian, akibat penutupan Jalan Aloha oleh pihak PT KAI sejumlah usaha tutup. Seperti usaha bengkel mobil terpaksa tutup karena akses keluar masuk ke bengkel tidak bisa lagi. Begitu juga gedung pertemuan dan Vihara tempat ibadah sembahyang tidak dapat difungsikan.

Bukan itu saja, akses menuju gedung pertemuan terhambat sama halnya akses ke Vihara Panca Darma, Vihara Cheleng Tian serta Vihara Kaguankeng tidak dapat difungsikan. Begitu juga akses ke pekuburan islam tertutup dan bila ada mayat tidak bisa diantar ambulance.

Sangat dikuatirkan, bila akses Jalan Aloha dibiarkan tertutup apalagi bila terjadi hal yang tidak dinginkan seperti kebakaran. Karena dipastikan mobil kebakaran tidak bisa lewat karena tidak ada jalan alternatif. “Terus siapa nanti yang bertanggungjawan,” cetus salah satu warga.

Bahkan sebelumnya, Ketua DPRD Medan Hasyim SE minta pihak PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) supaya kooperatif mendukung program Walikota Medan Bobby Afif Nasution terkait pertumbuhan ekonomi di Kota Medan.

Tindakan PT KAI melakukan penutupan akses Jalan Aloha di Kelurahan Martubung dengan portal permanen sehingga masyarakat tidak bisa menjalankan usahanya sangat disayangkan.

Hasyim berharap agar pihak PT KAI kooperatif dan berkolaborasi dengan Pemko Medan mendukung laju pertumbuhan ekonomi di Medan apalagi situasi pandemi Covid 19 saat ini.

“Rakyat sulit mencari nafkah karena terdampak Covid 19 saat ini, konon lagi ada pihak yang menghambat akses usaha warga. Kita minta hal itu dicari solusi, Kepling dan Lurah tidak boleh diam harus proaktif menyahuti keluhan warga,” ujar Hasyim prihatin. (lamru)