Connect with us

Nasional

Sambut Hari Buruh, PHI : Keadilan Ekologis Keadilan Kelas Pekerja

Published

on

Roy Murtadho. (Foto/ist)

Geosiar.com,- Menyambut Hari Buruh Sedunia 2021, Partai Hijau Indonesia (PHI) secara khusus merilis Pidato Roy Murtadho, Presidium Nasional PHI sebagai penghormatan atas perjuangan panjang dari gerakan buruh. Berikut ini pidato lengkapnya:

Selamat Hari Buruh!

Kawan-kawan kelas pekerja yang kami cintai. Saat ini kita tengah hidup di dunia yang timpang, pincang dan porak poranda.

Seiring dengan semakin menggilanya perluasan geografi akumulasi kapital ke seluruh penjuru muka bumi, tak terkecuali di Indonesia, membuat kehidupan rakyat, khususnya kelas pekerja, menjadi semakin berat.

Ekspansi kapital, alih-alih menyejahterakan, para pemilik modal dan kelas penguasa (ruling class), justru makin memperparah kerusakan sosial ekologis. Hutan-hutan adat dan ekosistem esensial dibabat untuk food estate, perkebunan kelapa sawit dan perluasan operasi industri ekstraktif.

Tak hanya itu, diberlakukannya sistem tenaga kerja fleksibel di satu sisi, dan digenjotnya investasi di sisi yang lain, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, juga akan semakin memperdalam penghisapan terhadap kelas pekerja.

Seperti dalam rumus dasar hukum gerak kapital: money + commodity = more money.

Artinya, semangat perluasan, dan pembengkakan geografi akumulasi kapital, seperti kita saksikan saat ini, yang difasilitasi oleh pemerintah melalui perangkat Undang-Undang (UU) Cipta Kerja alias Omnibus Law, bukanlah dimaksudkan untuk menyejahterakan kelas pekerja dan menjaga kelestarian lingkungan hidup. Tapi untuk menambah keuntungan pemilik modal. Kuncinya adalah menghisap sebesar-besarnya, merusak sebanyak-banyaknya, mengeluarkan upah semurah-murahnya, untuk menarik untung sebesar-besarnya.

Oleh sebab itu, kelas pekerja tidak boleh tersilap dengan jargon-jargon pembukaan lapangan kerja dan penyejahteraan yang tengah diobral pemilik modal dan kelas penguasa. Perangkat UU Cipta Kerja yang baru saja disahkan, hanyalah dipakai sebagai karpet merah bagi kepentingan pemilik modal.

Secara terang benderang, UU Cipta Kerja telah berdampak besar pada hilangnya hak konstitusional setiap warga negara untuk bisa mendapatkan jaminan kepastian pekerjaan, jaminan kepastian upah dan jaminan sosial yang sebelumnya ada pada UU Ketenagakerjaan No.13 tahun 2003.

Karena itu, UU Cipta Kerja yang sering diplesetkan sebagai UU Cilaka ini harus dilihat sebagai babak baru perang kelas di Indonesia, dimana UU tersebut dijadikan sebagai instrumen untuk melucuti hak-hak kelas pekerja, seperti hilangnya upah minimum kota/kabupaten, hilangnya hak pesangon bagi pekerja yang diputus hubungan kerja (PHK), serta hilangnya perlindungan hukum untuk pekerja karena pengusaha dapat melakukan PHK sepihak tanpa melalui putusan pengadilan.

Sedemikian, UU Cipta kerja, akan menciptakan pelanggengan eksploitasi baik terhadap kelas perkerja maupun lingkungan hidup yang semakin rusak dan porak poranda.

Mari kita ikat persaudaraan dalam memperjuangkan keadilan ke level yang lebih tinggi melalui alat politik yang mendedikasikan dirinya, bagi dan untuk keadilan kelas pekerja dan lingkungan hidup!

Akhir Kalam, Partai Hijau Indonesia mengucapkan Happy May Day! Mari kita lipat gandakan solidaritas, perkuat konsolidasi gerakan rakyat, dan kita menangkan dunia yang hendak kita wujudkan. Sebuah dunia yang bersih, adil, dan lestari.

Kelas pekerja sedunia bersatulah!

Demikian Press Realis yang diterima Redaksi Geosiar.com, Sabtu (1/5/2021).