Connect with us

Sumut

KADIN Sumut Paparkan Strategi Pemulihan Ekonomi, Saat RDP Dengan Komisi B DPRD Sumut

Published

on

Geosiar.com,-Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Utara (Sumut) Ivan Iskandar Batubara memaparkan Strategi Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19 dalam Rapat Dengar Pendapat di hadapan Komisi B DPRD Provinsi Sumatera Utara (Provsu) yang diadakan di Aula Gedung Baru DPRD Provsu, Selasa (23/03/2021).

Didampingi Wakil Ketua Umum KADIN Sumut antara lain M Santri Azhar Sinaga, M Isa Indrawan, Isfan Fachruddin, Hendrik Sitompul, Haposan Siallagan, Denny Wardhana, Sjahrian Harahap, Oki Irawan, Saidul Alam, Hendra Utama (Direktur Eksekutif), Ketua KADIN Medan Arman Chandra dan Ketua KADIN Dairi Jogi Tambunan, kehadiran delegasi KADIN Sumut ini diterima langsung Ketua Komisi B DPRD Provsu Dhody Taher SE MBA beserta para anggota dari berbagai Fraksi di DPRD. Hadir juga dalam kesempatan ini, perwakilan dari APINDO, Biro Perekonomian dan Dinas Penanaman Modal & PPTSP Provsu.


Anindya Bakrie untuk Ketua Kadin IndonesiaDalam kesempatan itu, Ivan memaparkan bahwa masa pandemic Covid-19 telah melemahkan hampir semua sektor industri yang ada Indonesia.”Terutama yang sangat berimbas terhadap wabah ini adalah sektor pariwisata dan perhotelan. Hal ini sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan ekonomi dalam setahun ini,” ujarnya.

Ivan menjelaskan, jika kondisi usaha biro perjalanan sampai saat ini belum bergerak dan bisnis biro perjalanan paling terpuruk dibandingkan usaha lainnya di sektor pariwisata.”Kalau bisnis hotel, restoran, objek wisata sudah mulai ada pergerakan dari pengunjung lokal. Tapi bisnis travel belum, karena orang-orang lokal yang berwisata rata-rata pergi sendiri tidak menggunakan jasa biro perjalanan,” jelasnya.

Wisatawan domestik, lanjut Ivan, dari luar provinsi juga belum bergeliat karena ribetnya persyaratan penerbangan dan masih tingginya kekhawatiran terhadap penularan Covid-19.”Apalagi wisatawan mancanegara, sama sekali masih zero karena perbatasan antar negara masih tutup. Begitu juga untuk bisnis outbound tour (berwisata ke luar negeri) belum ada pergerakan karena masing-masing negara masih menutup diri, visa juga belum dibuka, termasuk biro perjalanan yang bergerak di bidang umroh,” papar Ivan.

Ivan menambahkan bahwa tidak ada pilihan lain Pemerintah bersama dunia usaha harus secepatnya mengambil Langkah dalam hal pemulihan ekonomi agar perekonomian nasional dan daerah bisa tetap bergerak dan tumbuh kembali seperti sediakala.”Walau diakui hal ini tidak semudah membalikan telapak tangan. Namun perlu komitmen bersama antara Pemerintah dan kalangan dunia usaha,” tegas Ivan.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Provsu Dhody Taher menyambut baik kedatangan delegasi dari KADIN beserta jajarannya. Dhody mengaku sebelah menjadi Ketua Komisi B DPRD Provsu, dia adalah Pengusaha dan merupakan keluarga besar KADIN. Dhody mengatakan, sudah saatnya Wakil Dewan bersama Dunia Usaha (KADIN) bersama-sama untuk melakukan pemulihan ekonomi, khususnya membangkitkan sektor UMKM.”Komisi B DPRD Provsu berkeinginan sekali membentuk suatu satgas ataupun Pokja yang di dalamnya ada unsur KADIN, Asosiasi, DPRD dan juga Pemerintah dalam memulihkan sektor perekonomian melalui program-program nyata. DPRD dalam hal ini tidak bisa berjalan sendiri. KADIN sebagai rumah besar wadahnya Pengusaha, tentunya lebih paham dan lebih menguasai dalam hal perekonomian,” kata Dhody yang juga mantan pengurus KADIN.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum KADIN Sumut Ivan Iskandar menyambut baik program yang diutarakan Ketua Komisi B DPRD Provsu. Menurutnya, dalam hal ini pengusaha KADIN siap bersama untuk saling bahu-membahu dalam memulihkan perekonomian nasional khususnya di daerah.”Walau di dalam situasi yang sangat sulit ini, sebagai pengusaha harus dapat bertahan dan berpikir jernih. Pengusaha tidak boleh cengeng. Berbagai cobaan dan ujian telah dilalui pengusaha dalam kurun beberapa tahun belakang ini,” jelas Ivan.

Sebelum mengakhiri pertemuan, Ivan menawarkan program pemerataan orang-orang pintar untuk membangun daerah-daerah yang ada di Kabupaten/Kota.”Caranya adalah dengan memindahkan Fakultas Universitas Negeri ke berbagai daerah. Misalnya Fakultas Hukum di Binjai, Fakultas Peternakan di Paluta, Fakultas Pertanian dan Perkebunan di Madina. Untuk Fakultas Kedokteran dan Fakultas Sosial bisa tetap di Kota Medan.Saat ini kita jangan berpikir ada orang lain yang rela untuk membangun daerah kita. Maka dari itu, kita harus membangun daerah kita sendiri,” pungkas Ivan.(rel/red)