Connect with us

Politik

Modesta Marpaung Gelar Reses, Serap Aspirasi Warga Soal Parit dan Lpju

Published

on

Medan, Geosiar.com – Anggota DPRD Medan Modesta Marpaung menggelar reses bertemu menyapa konstituennya di daerah pemilihan (dapil) III Kecamatan Medan Perjuangan, Medan Tembung dan Medan Timur.

Melalui reses gelombang I masa sidang II Tahun ke 2 TA 2021 dapil III dilakukan di Jalan Pertemuan Kelurahan Sidorame Timur, Kecamatan Medan Perjuangan, Sabtu (20/3/2021) mendapat respon baik dari masyarakat.

Reses ini dihadiri, Lurah Sidorame Timur Hermanto, sekretaris Camat Medan Perjuangan Zul A Solin, mewakili Dinas PU Kota Medan Sawaluddin Saragih, mewakili.BPJS Kesehatan Fery Sinaga dan PKPM Rudi Marlo serta ratusan konstituen.

Warga banyak menyampaikan keluhan dan aspirasi kepada Modesta dengan harapan dapat difasilitasi ke instansi terkait hingga terealisasi.

Seperti keluhan dan usulan yang disampaikan Yusuf, terkait badan Jalan Pertemuan yang rusak. Begitu juga dengan parit yang tidak berfungsi sebagai saluran air. Sama halnya dengan Gg Tunggal yang rusak butuh pengaspalan.

Begitu juga yang dikeluhkan Hamidah terkait bantuan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Banyak pelaku usaha UMKM yang terancam gulung tikar karena ketiadaan modal apalagi masa pandemi Covid 19 saat ini.

Hamidah minta anggota dewan dapat memfasilitasi ke Pemko Medan sehingga warga kurang mampu dapat terbantu. Dinas Koperasi Pemko Medan melalui Lurah diharapkan dapat melakukan sosialisasi.

Pelaksanaan reses Modesta Marpaung asal politisi Golkar itu berlanjut pada gelombang ke II di Jl Bambu Runcing Kekurahan Pahlawan Kecamatan Medan Perjuangan, Minggu (21/3/2021).

Resea kali ini juga dihadiri Camat M Perjuangan Afrizal dan Sekcam, Lurah Pahlawan Tongku Siregar, mewakili Dinas PU Sawaluddin Saragih, Dknas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, mewakili BPJS Keshatan Putri Saadah Lubis, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan ratusan konstituen.

Dalam acara reses, warga menyampaikan keluhan dan usulan terkait kondisi parit di Jl Sakti dan Gg Perwira. Akibat kondisi parit yang dipadati lumpur dan sampah sehingga tidak dapat sempurna dilalui air.

Bukan itu saja, ketiadaan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Gg Rukun juga dikeluhkan warga. Tidak adanya lampu mengakibatkan lingkungan gelap. Kondisi gelap memicu tindak kejahatan menimbulkan kecemasan rasa tidak nyaman.

Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan kondisi sampah yang lama tidak diangkut. Akibat sampah yang tidak diangkut kembali berserak dan masuk parit. Hal tersebut diharapkan menjadi perhatian serius Dinas Kebersihan Pertamanan.

Menyahuti keluhan warga, Modesta berharap perhatian serius Pemko Medan melalui bawahannya. Begitu juga kepada masyarakat supaya mendukung program pemerintah. “Kita harapkan warga dapat berpartisipasi menjaga kebersihan dan perawatan infrastruktur,” ujar Modesta.

Ditambahkan, keluhan dan usulan warga akan ditabulasi disampaikan secara resmi ke Pemko Medan melalui rapat paripurna. “Usulan masyarakat akan ditindaklanjuti dengan harapan terealisasi dengan skala prioritas,” tandas Modesta. (lamru)