Connect with us

Sumut

Pemilik Apartemen The Reiz Condo Resah, Minta Pemko Medan Kaji Ulang Revisi Izin

Published

on

Medan, Geosiar.com – Pemilik apartement The Reiz Condo (TRC) saat ini mengaku resah. Pasalnya ada issu, bahwa akan ada revisi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) gedung TRC berubah dari izin hunian ke izin hotel atau service apartement. Bila perubahan itu benar dimungkinkan ratusan para pemilik akan ramai ramai mengembalikan apartemen ke pengelola yakni PT Waskita Karya Realty (WKR).

“Kami berharap Pemko Medan tidak memberikan revisi izin dan permohonan pengelola supaya dikaji ulang. Kami selaku pemilik tidak setuju jika TRC yang sebelumnya tempat hunian lalu berubah fungsi menjadi komersial (campuran) yakni hotel atau service apartment. Perubahan fungsi itu tentu sangat menggangu kenyamanan keluarga kami selaku penghuni,” pinta Darwin (foto) salah satu penghuni kepada wartawan di Medan, Kamis (18/3/2021).

Darwin sangat bermohon kepada Walikota Medan Bobby Afif Naution dapat mengakomodir keresahan mereka. “Karena perjanjian awal, gedung TRC merupakan hunian murni dan bukan hotel atau service apartement. Maka kami pun beli, kenapa ditengah jalan berubah, fungsi, tentu melanggar ketentuan,” cetus Darwin seraya menyebut pihaknya melalui Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun The Reiz Condo (PPPSRS TRC) akan menyurati Pemko Medan mengadukan nasib mereka.

Keresahan Darwin bersama penghuni sangat mendasar setelah adanya pemberitaan di media massa menyebut pihak Kejatisu menyelamatkan keuangan Pemko Medan miliaran rupiah terkait retribusi revisi perubahan izin apartemen TRC. Yang berarti perubahan izin TRC akan dilakukan.

Ditambahkan Darwin, jika revisi izin diberikan pasti akan menimbulkan preseden buruk. Dimana, pelaku usaha melakukan kesalahan lantas dilegalkan. “Lagi pula itu sudah melakukan pembodohan bagi kami. Kami ini sekarang terperangkap dan dijebak. Pada hal sejak awal kami mau membeli apartemen karena peruntukan TRC adalah tempat hunian/apartement dan bukan hotel atau campuran,” tandas Darwin.

Pada prinsipnya kata Darwin, pihaknya sangat mengapresiasi Pemko Medan yang berkolaborasi dengan Kejatisu dalam pengembalian kerugian negara dari penyimpangan fungsi TRC yang dibangun WKR.

Pembayaran kerugian negara tersebut disatu pihak kata Darwin merupakan berita baik sehingga dapat menambah PAD kota Medan dan dapat digunakan untuk kesejahteraan warga kota Medan. Namun dipihak lain telah menimbulkan keresahan bagi pemilik TRC. Tentunya jangan hanya meningkatkan PAD lantas mengesampiknan pelayanan kepada warganya.

Ditambahkannya, sejak awal penjualan The Reiz Condo pada Tahun 2016 telah dijanjikan kepada konsumen bahwa TRC adalah untuk hunian bukan campuran dengan komersial.

PT. Waskita Karya Realty (WKR) sebagai BUMN pada saat pengajuan IMB dan Amdal diinformasikan adalah untuk hunian sesuai dengan janjinya terhadap para pembeli.

Dan apabila perubahan fungsi dari hunian menjadi campuran bisa diselesaikan dengan hanya membayar tambahan retribusi tentu akan melukai kepercayaan konsumen dan juga akan menimbulkan preseden buruk bagi pelaku usaha di kota Medan.

Masih menurut Darwin, disebutkannya melukai kepercayaan konsumen karena dengan sesuka hati pelaku usaha boleh melanggar janjinya kepada konsumen yang tentunya tidak sesuai dengan semangat profesionalisme dan pelayanan yang berorientasi ke konsumen yang didengungkan oleh menteri BUMN.

Dikatakan, dengan melakukan perubahan fungsi sesuka pelaku usaha dan apabila ketahuan hanya cukup dengan membayar retribusi tambahan dan masalah perizinan menjadi selesai.

Maka dalam hal ini, Darwin bermohon mewakili pemilik TRC sangat mengharapkan agar Kejatisu dan Pemko Medan bertindak tegas dengan memungut retribusi tambahan karena WKR melakukan perubahan fungsi secara diam-diam serta mengharuskan WKR kembali pada komitmennya yang pertama yaitu hanya sebagai hunian. (lamru)