Connect with us

Sumut

Bank Indonesia Sumut Siap Bersinergi dan Dukung GPEI Sumut

Published

on

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara Direktur Eksekutif Soekowardojo diabadikan bersama Ketua GPEI Sumut Drs Hendrik Sitompul MM, Wakil Ketua GPEI Sumut Condrad Naibaho SE dan Wakil Ketua GPEI Sumut Bidang UKM Job Purba.(Foto/geosiar)

Medan, Geosiar.com,- Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara (Sumut) nyatakan siap bersinergi dan mendukung Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumut terkait upaya peningkatan ekspor.

“BI siap bersinergi dan mendukung kegiatan kegiatan yang bisa disinergikan bersama GPEI Sumut, yang penting tetap sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kami,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara Direktur Eksekutif Soekowardojo saat pertemuan dengan pengurus GPEI Sumut di Kantor BI Sumut Jl Balai Kota Medan No 4, Rabu (10/03/2021). Turut hadir Pengurus GPEI yang dipimpin Ketua GPEI Sumut Drs Hendrik Sitompul MM, Wakil Ketua GPEI Sumut Condrad Naibaho SE dan Wakil Ketua GPEI Sumut Bidang UKM Job Purba.

Soekowardojo, yang saat itu didampingi Deputi BI Sumut Ibrahim, bersama Staff lainnya mengatakan, walau tugas BI menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengatur liquiditas devisa dan ekonomi. Namun upaya untuk meningkatkan ekspor tentu menjadi perhatian. “Kami punya perhatian, serta membantu para UMKM, bagaimana agar potensial, hingga menghasilkan dan mampu ekspor,” kata Soekowardojo.

Dia mencontohkan, UMKM yang sudah dibantu misalnya yang ada di Jawa Tengah petani kopi, hingga mampu ekspor, kata Soekowardojo yang baru 3 bulan menjabat di BI Sumut itu.

Sebelumnya, Ketua GPEI Sumut Hendrik Sitompul menjelaskan, melalui sekolah ekspor BI Sumut dengan GPEI Sumut berupaya menggali potensi ekspor di Sumut. Pengembangan ekspor melalui peningkatan seribu pelaku ekspor di Sumatera Utara April 2021 sampai Maret 2023 yaitu 2 tahun. “Kita targetkan, 2 tahun kedepan ada 1000 eksportir baru,” tegas Hendrik.

Untuk itu lanjutnya, kolaborasi diantara assosiasi dengan pemerintah terutama BI Sumut sangat diharapkan, untuk maksimalnya apa yang ingin dilaksanakan.

Lebih jauh Hendrik menjelaskan, GPEI Sumut sudah melakukan kunjungan ke Karantina, Bea Cukai, Pelindo, Garuda Indonesia Airlines, Kualanamu dan Bank Exim.

Direncanakan, selain sekolah ekspor, GPEI Sumut juga akan membuat market place digital. Karantina akan membuat mall ekspor di Belawan, ini menjadi program yang baik di Sumut. Dari gudang langsung masuk ke mall ekspor. Sementara Bea Cukai akan membuka klinik ekspor. “Klinik ekspor ini nanti bisa ada di Disperindag, GPEI, Karantina, Bea Cukai. Ini merupakan link yang bagus, klinik ekspor nanti kita harapkan ada jasa konsultasi, pelayanan pengembangan ekspor, pemasaran, dan permodalan. Dan nanti para eksportir butuh modal kita akan siapkan link ke Bank Exim Indonesia. ” tambah Hendrik.

Selain itu kata Hendrik, GPEI Sumut sedang membangun database termasuk untuk eksportir, menugaskan 5 UPT di kabupaten untuk mendata database untuk mendapatkan comudity unggulan setiap kabupaten.

Pada kesempatan itu, Hendrik juga berharap agar GPEI Sumut mendapatkan data para eksportir yang ada di Sumut. “Ini penting bagi buyer. Kerjasama dalam bentuk data Saya siap. Dukungan Infrastruktur terhadap eksportir di pelabuhan, kita punya outlet untuk ekspor yaitu ada di Kuala Tanjung, Belawan, Kualanamu, Tanjung Balai, Sibolga. Harus ada kerjasama kita dengan outlet ini,” harap Hendrik.

Diujung acara pertemuan, Ketua GPEI Sumut Hendrik Sitompul memperkenalkan media GPEI diantaranya Majalah Eksport News dan Media Online geosiar.com. Selanjutnya menyerahkan Majalah Eksport News secara simbolis kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara Direktur Eksekutif Soekowardojo. (red)