Connect with us

Sumut

Usai KLB PD, PMPHI : Ini Hiburan Ditengah Wabah Covid 19, Moga Tidak Ada Tambah Penderita

Published

on

Korwil PMPHI Drs Gandi Parapat. (Foto/ist)

Medan, Geosiar.com,- Kepala Staf Presiden Muldoko menerima Kemenangan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat (PD) dan langsung turun ke Deli Serdang Sumut. Apakah dalam Posisi melaksanakan Tugas Negara?. Ini tentu menjadi pertanyaan ditengah tengah masyarakat khususnya Medan dan Sumatera Utara (Sumut). Apakah seizin pak Presiden Jokowi, sebagai Petugas Negara yang memakai Fasilitas Negara, seperti Biaya Perjalanan Dinas dan Protokol ?

Hal itu disampaikan Kordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut Drs Gandi Parapat, menjawab wartawan di Medan, Senin (08/03/2021). Setelah sebelumnya PMPHI Sumut mendapat laporan dan pertanyaan dari masyarakat.

“Tapi, Kami yakini hal itu semua lepas dari kontrol Presiden atau Istana yang saat ini sangat Fokus perang ke Covid 19. Bahkan, Gubsu kelihatan sangat heran adanya KLB PD di Deli Serdang daerah Melayu yang Bermartabat sampai menyatakan di Media bubarkan KLB kalau tidak ada izinnya dan usir,” tegas Gandi menirukan yang disampaikan Gubsu.

Tentu lanjut Gandi, hal itu diungkapkan Gubsu untuk menjaga nama baik daerah Deli Serdang khususnya Sumut, agar jangan sampai ada penilaian negatif.

“Pak Muldoko hadir di KLB PD dan Berpidato setelah terpilih jadi Ketum PD. Kami PMPHI Sumut tidak ikut mempertanyakan kehadiran Kepala Staf Presiden Muldoko, apa atas seizin Presiden melaksanakan Tugas Negara ke Sumut menghadiri KLB. Apakah menggunakan Biaya Negara atau Perjalanan Dinas seperti Protokol Pejabat Negara?. Biarlah hal itu dipertanyakan orang lain dan dijawab oleh mereka. Yang sangat penting bagi kami PMPHI Sumut, jangan sampai tambah penderita Covid 19 akibat KLB PD tersebut. Jangan sampai nama baik Deli Serdang Sumut, tercoreng dimata Dunia, ” tegas Gandi.

Lebih jauh kata Gandi, PMPHI Sumut tidak mau memihak Muldoko atau AHY walau Muldoko Pejabat Negara. Karena, Pejabat Negara seperti menyatakan jaman Megawati ada juga KLB, Jaman SBY ada juga KLB. Berarti KLB PD jaman Jokowi tidak masalah karena masalah internal Partai Demokrat.

Sebelum KLB di Deli Serdang kata Gandi, banyak pertanyaan ke pak Muldoko apa ikut merencanakan KLB PD, hal itu dibantah, serta menyatakan tidak tau masalah Partai Demokrat dan jangan dilibatkan ke masalah internal Partai Demokrat. “Ternyata setelah KLB berjalan lancar memilih pak Muldoko, langsung direspont dengan bahagia,” tambahnya.

Begitupun kata Gandi, KLB Partai Demokrat secara pribadi dinilai menguntungkan karena menjadi hiburan, ditengah kegelisahan karena virus Covid 19.

“Ini membuat Saya tertawa dan terhibur, selama ini gelisah karena Covid 19 dan Keuangan. Jadi pintar mereka itu menghibur saya, terima kasih kepada panitia dan pak Moeldoko. Kalau ada sisa biaya panitia, atau perjalanan tolong bagi untuk beli sembako,” pungkas Gandi. (rel/red)