Connect with us

Daerah

Disperindag Tebing Tinggi Sinergitas Dengan GPEI Sumut, Buka Sekolah Ekspor

Published

on

Ketua GPEI Sumut Drs Hendrik Sitompul MM saat menyerahkan kepada Kadis Perindag Tebing Tinggi Gul Bakhri Siregar, SIP, MSi Majalah Eksport News. Didampingi Wakil Ketua GPEI Sumut Condrad Naibaho SE dan Staff Egi Simarmata S Kom. (Foto/geosiar)

Tebing Tinggi, Geosiar.com,- Untuk menggali potensi ekspor di Sumut, Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumut berkunjung ke Tebing Tinggi. Kunjungan itu dipimpin Ketua GPEI Sumut Drs Hendrik H Sitompul MM didampingi Wakil Ketua GPEI Sumut Condrad Naibaho SE dan Staff Egi Simarmata S Kom. Kunjungan diterima Kepala Dinas Perindag Tebing Tinggi Gul Bakhri Siregar, SIP, MSi.

“Kami mengajak untuk bersinergi dengan Disperindag, Pelindo, Bea Cukai Belawan, Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, Balai Karantina Ikan, Garuda Indonesia, untuk menggali potensi ekspor di Sumut,” kata Hendrik mengawali pertemuan itu.


Hendrik menjelaskan, program awal tahun 2021 GPEI Sumut, untuk membuka Sekolah Ekspor dan merancang Market Place Digital. Tentu untuk mempromosikan produk-produk barang ekspor yang ada di Sumut. Hal itu tentu sangat berhubungan dengan rencana Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, untuk membuka Mall Ekspor dan Bea Cukai Belawan membuka Klinik Ekspor.

Sementara itu, Kadis Perindag Tebing Tinggi Gul Bakri Siregar mengatakan, Tebing Tinggi kerjasama dengan Batubara terkait mitralogi, peluang ekspor melalui kuala tanjung sangat terbuka lebar.

“Karna dari hasil wawancara yang kami lakukan, Pelindo baru sekitar 28 kapal dalam satu bulan bersandar disana, dan masih ada yang melalui belawan padahal sudah ada yang dekat. Jadi sebenarnya peluang kita untuk memfasilitasi itu ada disana khusus untuk ekspor maupun import,” kata Bakhri Siregar


Hendrik menjelaskan, program GPEI 2021 dengan latar belakang bagaimana meningkatkan ekspor didaerah. Ini merupakan tanggung jawab bersama. Bahwa ekspor di Sumatera Utara sudah stagnan, karena gerakan ekspor itu tidak dijamah jadi dibiarkan akhirnya stagnan.


“Ekspor ada pelaku usaha, yang pertama itu eksportir pemilik barang , yang kedua pengumpul, yang ketiga jasa ekspor. Pengumpul dan Jasa ekspor ini bisa mengurangi pendapatan negara. Karena kalau pemilik barang pasti bayar pajak,” tegas Hendrik.


Hadirnya GPEI lanjut Hendrik, datang ke daerah dengan mendorong pemerintah daerah Kabupaten/kota agar mendorong ekspor. “Karena, pengetahuan ekspor di masyarakat kurang, daya dorong dari pemerintah juga tidak ada karena dianggap tidak ada cashback ke daerah. Karena daya dorong itu tidak ada akhirnya masyarakat malas untuk melakukan ekspor,” pungkas Hendrik.

Diujung acara kunjungan, Ketua GPEI Sumut Drs Hendrik Sitompul MM menyerahkan kepada Kadis Perindag Tebing Tinggi majalah milik GPEI yakni Majalah Eksport News dan memperkenalkan media online Geosiar.com.(red)