Connect with us

Daerah

Mahasiswa Fisip USU, Ajak Anak Panti Asuhan Kembangkan Bakat Dimasa Covid 19

Published

on

Hotmaulina Naibaho Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan FISIP USU dengan Supervisor Drs. Matias Siagian, M.Si, Ph.D diabadikan bersama anak anak panti asuhan. (Foto/ist)

Geosiar.com — Hotmaulina Naibaho Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan FISIP USU dengan Supervisor Drs. Matias Siagian, M.Si, Ph.D. melaksanakan kegiatan praktikum 2 di Panti Asuhan Yayasan Talenta Delpita Yang beralamat di Jl. Pintu Air IV No.388 Kwala Bekala Medan Selama 3 bulan.

Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki banyak potensi menarik sehingga perlu diasah terus menerus. Anak-anak dipanti Asuhan Talenta Delpita memiliki banyak bakat terutama di bidang seni music.

Hal ini diketahui oleh Hotmauli mahasiswa Praktikum 2 Ilmu Kesejahteraan Sosial Fisip USU melalui assessment dan observasi yang dilakukan di pertemuan pertama dan kedua. Anak anak dipanti asuhan sangat tertarik mempelajari alat music dan bernyanyi.

Berdasarkan hasil assessment tersebut, Hotmauli bersama 3 rekannya Simon Sihombing, Mazmur Manurung dan Bakti Nababan menyusun perencanaan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak-anak. Salah satunya adalah melalui wadah yang tepat yaitu dengan mengikuti lomba Festival lagu Nusantara yang diselenggarakan oleh Suara OWO Nias.


“Anak-anak dipanti Asuhan ini memiliki bakat bakat luar biasa yang perlu diasah melalui wadah yang tepat. Salah satu wadah tersebut ialah mengikuti lomba online yang diadakan oleh Suara Owo Nias. Selain melatih bakat anak anak dibidang tarik suara dan music, anak –anak juga dilatih untuk berani tampil dengan percaya diri, memiliki mental yang kuat serta melakukan inovasi baru di masa pandemic covid 19” ujar Hotmauli.


Hotmauli berperan sebagai educator dalam membimbing anak-anak untuk berlatih lagu-lagu nusantara yang akan dibawakan pada lomba nanti. Dengan menggunakan metode FGD ( Focus Group Discussion), Hotmauli membagi anak-anak dalam dua Tim yang sebelumnya telah diseleksi berdasarkan kriteria lomba. Tujuannya ialah agar lebih leluasa dalam menentukan genre lagu yang akan dibawakan dan memberi kebebasan bagi anak-anak untuk berpendapat.

Tim yang pertama diberi nama Panti Asuhan Talenta Delpita membawakan Lagu Nusantara Tano Niha(Nias), Anakkonhi( Batak Toba) dan Anak Kambing Saya(NTT). Sementara Tim dua diberi nama Suara Hati Anak Yatim membawakan lagu Katawena(Nias), Rambadia( Batak Toba) dan Yamko Rambe( Papua).

Hotmauli menekankan kepada setiap kelompok bahwa anak-anak harus memberikan penampilan terbaik mereka namun bukan sekedar mengejar kemenangan melainkan untuk mengasah bakat dan mengetahui batas kemampuan yang dimiliki oleh anak-anak.
Latihan yang berlangsung selama 2 bulan, memberi dampak bagi anak-anak diantaranya:
Anak-anak berani tampil dengan percaya diri di hadapan kamera sebagai media lomba yang diadakan maupun dihadapan orang banyak.


Anak-anak mengetahui kemampuan mereka dalam dunia tarik suara dan mampu mengekspresikan lagu lagu nusantara yang dibawakan. Memiliki semangat baru dalam mengasah softskill yag dimiliki anak-anak.
Anak-anak memahami bahwasanya Indonesia memiliki banyak keragaman melalui lagu-lagu nusantara yang diperkenalkan oleh Mahasiswa Praktikum sebelum akhirnya menentukkan lagu nusantara yang akan dibawakan.


Membangun teamwork yang baik dalam menciptakan harmonisasi lagu dalam bernyanyi. Tak hanya dalam bernyanyi, teamwork juga dibangun dalam mengejarkan berbagai hal.

Sembari menunggu pengumuman hasil lomba tersebut, anak-anak di panti asuhan juga meminta kepada mahasiswa praktikum untuk mendaftarkan mereka dan melatih mereka mengikuti lomba bernyanyi yang diadakan oleh Twothimoty24 dengan thema Indonesia melawan covid 19.

Anak-anak membawakan lagu Gebyar-Gebyar dan menyisipkan doa-doa terhadap Indonesia ditengah tengah lagu yang dibawakan. Hal ini merupakan salah satu dampak yang dirasakan oleh praktikan dimana semangat anak-anak untuk terus berkarya dalam bernyanyi semakin besar.

Di akhir kegiatan praktikum 2 yang dilaksanakan, Hotmauli beserta rekan-rekannya berkesempatan mengadakan acara perpisahan sebagai bentuk ucapan terimakasih kepada pengurus yayasan dan anak anak dipanti Asuhan.

Acara perpisahan dibuka dengan ibadah singkat dan penyampaian kesan-pesan oleh anak-anak kepada Praktikan selama 3 Bulan melaksanakan kegiatan Praktikum 2. Acara dilanjutkan dengan makan bersama, pemberian souvenir dan hadiah natal.

Hotmauli berharap meskipun kegiatan Praktikum telah berakhir, hubungan kekeluargaan yang telah terbangun selama ini tetap terjaga dan dampak yang diberikan oleh Hotmauli terus berkembang bagi anak anak di Panti Asuhan Talenta Delpita. Seluruh Rangakian kegiatan Praktikum 2 pun ditutup dengan doa dan foto bersama.(rel/red)

Advertisement