Connect with us

Dunia

Pasien Meninggal karena Covid-19 di Korea Selatan Tembus 1.000 Orang

Published

on

Geosiar.com, – Jumlah kematian akibat virus corona di Korea Selatan pada Selasa, 5 Januari 2020, menembus seribu orang. Saat yang sama, semakin banyak jumlah pemilik tempat kebugaran yang berencana beroperasi kembali sebagai bentuk protes melawan aturan jaga jarak fisik atau social distancing.

Data dari Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Korea Selatan (KDCA), ada 28 kematian baru akibat virus corona dan 715 kasus baru positif Covid-19. Dengan begitu, total ada 1.007 kasus Covid-19 di Korea Selatan yang berakhir dengan kematian. Secara keseluruhan, ada 64.979 kasus virus corona di Negeri Gingseng.

Dalam sebuah rapat kabinet, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan tujuan utama negara adalah memuat lorong panjang agar virus corona keluar. Dia sangat yakin kasus harian Covid-19 sudah melewati puncaknya, di mana hal ini tak lepas dari upaya masyarakat.

“Pada tahun ini, kami akan mengatasi Covid-19 dengan cepat sehingga kehidupan sehari-hari yang telah hilang bisa segera pulih,” kata Presiden Moon.

Sudah beberapa pekan, tempat olahraga masuk dalam daftar tempat-tempat usaha yang harus tutup di bawah aturan pencegahan penyebaran virus corona. Sedangkan kelas-kelas Taekwondo dan balet sudah diizinkan beroperasi kembali meskipun dengan jumlah kunjungan orang yang masih dibatasi.

Berkaca pada kondisi itu, muncul protes yang dinilai tidak adil, terlebih penutupan tempat-tempat kebugaran telah menjadi pukulan telak bagi bisnis itu. Kim Jae-kang, pemilik tempat olahraga, mengutarakan rencananya untuk segera membuka kembali tempat usahanya dan tempat pilates, yang ada di pusat Kota Seoul.

Sikap Kim itu seakan mengesampingkan ancaman denda bagi mereka yang melanggar aturan penghentian penyebaran virus corona. Pemilik usaha dan konsumen yang melanggar aturan bakal terkena sanksi denda sampai 3 juta won atau Rp38 juta.(tmp/red)

Advertisement